Pahala Berlipat dan Makna As-Sabhr dalam Puasa
Agama | 2026-02-22 02:38:04Suasana Ramadhan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKENDARI) semakin semarak dengan digelarnya kajian bertema “Implementasi Nilai-Nilai Religius di Bulan Ramadhan” yang berlangsung di Aula Gedung E UMKENDARI, Sabtu (21/02/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Laode Baa, S.Pd., M.A., Wakil Ketua PWM Sultra sebagai pemateri, dengan Nurfahmi, S.Pd., M.Pd., Sekretaris PW IPM Sultra bertindak sebagai moderator. Kajian diikuti sivitas akademika dan warga Muhammadiyah Sulawesi Tenggara yang antusias menyambut momentum bulan suci Ramadhan.
Dalam pemaparannya, Ustadz Laode Baa menjelaskan bahwa terdapat sejumlah ibadah utama pada bulan Ramadhan, di antaranya shiyam (puasa), qiyam lail, qiraat Al-Qur’an, ZIS (zakat, infak, sedekah), serta itikaf. Namun, karena keterbatasan waktu, pembahasan difokuskan pada ibadah puasa sebagai amalan paling utama di bulan Ramadhan.
“Ibadah utama pada bulan Ramadhan adalah shiyam, qiyam lail, qiraat Al-Qur’an, ZIS, dan itikaf. Akan tetapi, fokus kita hari ini pada shiyam karena itulah amalan yang paling utama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perintah berpuasa di bulan Ramadhan merupakan perintah yang sangat menguntungkan bagi umat Muslim. Hal ini karena pahala setiap amal kebaikan pada bulan tersebut dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Selain itu, Ustadz Laode Baa menyoroti pentingnya kesabaran sebagai kunci utama dalam menjalankan puasa. Menurutnya, konsep As-Sabhr mencakup seluruh bentuk kesabaran, yakni sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar meninggalkan kemaksiatan, serta sabar menerima takdir Allah SWT.
“Semua kesabaran itu terkumpul dalam puasa. Dengan kesabaran, Allah memberikan ganjaran tanpa batas,” jelasnya.
Kajian berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme yang tinggi terlihat saat sesi tanya jawab dibuka hingga tiga sesi, menandakan ketertarikan peserta terhadap tema yang dibawakan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sivitas akademika UMKENDARI dapat semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai religius Ramadhan, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah puasa serta membangun karakter sabar dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
