Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dhevy Hakim

Gencatan Senjata: Benarkah Sekadar Sandiwara AS-Israel?

Politik | 2026-02-20 11:00:11

Gencatan Senjata: Benarkah Sekadar Sandiwara AS-Israel?

Oleh: Dhevy Hakim

Konflik antara Palestina dan Israel adalah tragedi kemanusiaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Berbagai upaya perdamaian telah dilakukan, namun konflik ini terus berlanjut dengan siklus kekerasan yang tak berujung. Salah satu upaya perdamaian yang seringkali ditawarkan adalah gencatan senjata dan Board of Peace (BoP), yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS).

Namun, dalam praktiknya, gencatan senjata ini seringkali dilanggar oleh Israel, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan Israel dan AS dalam mewujudkan perdamaian yang sesungguhnya.

Pasca disepakati adanya gencatan senjata nyatanya Isr4e! terus melakukan serangan udara dan bombardir di Jalur Gaza. Serangan Israel di Gaza menyebabkan setidaknya 10 orang tewas dalam 24 jam terakhir. Kemudian jumlah korban tewas bertambah menjadi 12 orang bahkan di tengah gencatan senjata serangan yang dilakukan tidak hanya menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita, tetapi juga menghancurkan infrastruktur penting, seperti sekolah dan rumah sakit. (detikNews, 15/02/2026)

Pelanggaran gencatan senjata ini menunjukkan bahwa Israel tidak memiliki komitmen yang kuat untuk mengakhiri konflik dengan Palestina. Israel terus menggunakan kekuatan militernya untuk menekan Palestina dan memperluas wilayah pendudukan.

AS sebagai mediator utama dalam konflik Palestina-Israel seringkali dianggap tidak netral. AS memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Israel, baik secara politik, ekonomi, maupun militer. AS memberikan bantuan militer yang signifikan kepada Israel, serta melindungi Israel dari berbagai kecaman dan sanksi internasional.

Kedekatan AS dengan Israel ini membuat AS sulit untuk bertindak sebagai mediator yang jujur dan adil. AS lebih cenderung membela kepentingan Israel daripada kepentingan Palestina. Hal ini terlihat dari sikap AS yang seringkali membela tindakan-tindakan Israel yang melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.

Berdasarkan kenyataan ini, sangat sulit bagi publik untuk percaya pada kesepakatan gencatan senjata melainkan sekadar sandiwara belaka. Khususnya bagi kaum muslimin wajar bilamana ada penilaian adanya gencatan senjata ini justru dalam rangka melanggengkan penjajahan Israel di Palestina dan mempertahankan dominasi AS di kawasan Timur Tengah. Gencatan senjata hanyalah alat untuk menenangkan opini publik internasional dan memberikan kesan bahwa AS sedang berupaya untuk menyelesaikan konflik.

Menghadapi situasi yang demikian, umat Islam tidak boleh tinggal diam. Sandiwara gencatan senjata dan perdamaian ala Israel-AS harus diungkap dan dilawan. Umat Islam harus bersatu dan membangun kekuatan untuk menghadapi penjajah kafir. Hanya dengan persatuan dan jihad, umat Islam dapat membebaskan Palestina dan mewujudkan perdamaian yang sesungguhnya.

Wallahu a’lam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image