Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Abdul hadi tamba

Manfa'at kan Waktumu

Agama | 2026-02-24 04:56:07

Manfa'at kan Waktumu.

Dalam pandangan kami, waktu bukanlah sekedar durasi fisik (jam/menit), melainkan wadah kehadiran (hudhur) bersama Allah dan merupakan modal utama spiritual seorang hamba.

Orang yang melalaikan waktu dianggap merugi secara eksistensial karena membuang kesempatan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah.

Pandangan kami tentang Waktu.

Waktu adalah Pedang (Al-Waqtu Kassaif):

Para Sufi mengutip perkataan Imam Syafi'i atau ulama salaf bahwa waktu laksana pedang.

Jika tidak digunakan untuk memotong (mengisi dengan amal baik/zikir), waktu itu yang akan menebasmu (menyia-nyiakan

mu).

Waktu sebagai Wadah Haq:

Waktu yang terbuang adalah hilangnya kesempatan untuk wushul (sampai/terhubung) kepada Allah.

Kelalaian waktu (ghafalah) membuat jiwa tersibukkan dengan bathil (hal sia-sia) dan menjauh dari esensi spiritual.

Lebih Bahaya dari Kematian:

Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian.

Kematian hanya memisahkan jasad dari dunia, sementara menyia-nyiakan waktu memutus hubungan jiwa dengan Allah.

Sumber Dalil dari Al-Qur'an

QS. Al-'Ashr: 1-3:

Allah bersumpah demi waktu bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

QS. Al-Munafiqun: 9:

Larangan agar harta dan anak-anak tidak melalaikan manusia dari mengingat Allah.

QS. Al-A'raf: 34:

Penegasan bahwa setiap umat memiliki ajal/batas waktu. Apabila datang ajalnya, tidak dapat diundur atau dimajukan, menekankan pentingnya menggunakan waktu sebelum ajal.

Hadis Pendukung

Hadis Nikmat yang Terlupakan:

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya:

Kesehatan dan Waktu Luang." (HR. Bukhari).

Hadis Pentingnya Manajemen Waktu:

"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara..."

Salah satunya adalah waktu luangmu sebelum waktu sibukmu (HR. Hakim, dinilai sahih oleh Al-Albani).

Hadis Pertanggung jawaban :

"Tidak tergeser dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga Allah menanyakan empat hal:

Umurnya untuk apa dihabiskan, dan masa mudanya untuk apa digunakan..." (HR. Tirmidzi).

Fatwa dan Nasihat Ulama Muktabar

Imam Al-Ghazali (dalam Ihya Ulumuddin):

Mengajarkan untuk melakukan muhasabah (introspeksi) terhadap waktu. Waktu adalah napas yang terbatas, dan setiap napas yang keluar tanpa zikir/amal adalah kerugian yang tidak terbayar.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah:

"Menyia-nyiakan waktu lebih bahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat.".

Ibnu Atha'illah as-Sakandari (dalam Al-Hikam):

Mengingatkan bahwa kelalaian muncul dari kesenangan menunda-nunda amal (taswif).

Beliau menekankan pentingnya ibnu al-waqt (menjadi anak waktu/hidup di saat ini untuk Allah).

Kesimpulan:

Orang yang melalaikan waktu dalam tasawuf digambarkan sebagai orang yang "mati hatinya" atau ghafil (lalai).

Waktu bukan sekedar alat produktivitas, melainkan kesadaran murni (muraqabah) bahwa setiap detik adalah pertemuan batin dengan Sang Pencipta.

Dengan kerendahan hati saling berbagi mudah mudahan dengan syafa'at dari Nabi Besar junjungan kita Muhammad SAW Tercinta Suri Teladan Kita Sepanjang Zaman ada manfa'at nya buat kita Saudara saudaraku.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image