Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ris Mulyati Sholikhatul Muslikah

Membumikan 'Panca Cinta': Cara Unik MAN 3 Bantul Kawal Ibadah Siswa Lewat Program CAHAYA

Guru Menulis | 2026-02-19 16:40:36
Sinergi Spiritual: Kepala MAN 3 Bantul memberikan arahan strategis kepada jajaran Wali Kelas dan Guru BK dalam rapat koordinasi peluncuran program CAHAYA (Catatan Harian Yang Bermakna), Kamis (19/02/2026). Pertemuan ini menjadi pijakan utama madrasah dalam mengawal karakter dan ibadah siswa selama Ramadhan 1447 H."

BANTUL (MAN 3 Bantul) – Bulan Ramadhan bukan sekadar masa libur sekolah, melainkan momentum emas untuk menempa karakter. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul. Menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah, madrasah hijau ini resmi meluncurkan program inovatif bertajuk CAHAYA (Catatan Harian Yang Bermakna).

Program ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan instrumen spiritual yang lahir dari hasil rapat koordinasi antara Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Wali Kelas pada Kamis (19/02/2026). Langkah proaktif ini diambil sebagai respons cepat terhadap edaran Kanwil Kemenag DIY Nomor B-289/Kw.12.2/PP.00/02/2026 mengenai Pelaksanaan Pembelajaran Murid di Bulan Ramadhan.

Kepala Madrasah melalui tim kesiswaan menegaskan bahwa CAHAYA dirancang untuk memastikan geliat ibadah siswa kelas X, XI, dan XII tetap terjaga meski berada di luar lingkungan sekolah. Di tengah penyesuaian jadwal pembelajaran mandiri, program ini menjadi "kompas" bagi siswa agar tetap produktif dan tidak kehilangan ritme religiusitasnya.

"Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai madrasah tidak berhenti di gerbang sekolah. Melalui program CAHAYA, kita mengajak siswa untuk menjadikan setiap detik di bulan Ramadhan sebagai laboratorium karakter, di mana mereka mempraktikkan kesalehan langsung di tengah keluarga dan masyarakatujar Kepala MAN 3 Bantul, Suyanto, S.Ag., M.S.I., di sela-sela pengarahan.

Lebih dari sekadar catatan, CAHAYA membawa misi besar: implementasi konsep Panca Cinta. Siswa didorong untuk tidak hanya menjadi "shaleh secara pribadi", tetapi juga "shaleh secara sosial" di tengah keluarga dan masyarakat. Setiap kebaikan yang dilakukan, mulai dari ibadah wajib hingga aksi sosial, didokumentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral yang nyata.

Dalam pelaksanaannya, MAN 3 Bantul memanfaatkan platform digital untuk menjembatani jarak. Setiap jenjang kelas dibekali tautan pelaporan khusus yang wajib diisi secara harian. Digitalisasi ini bertujuan agar evaluasi perkembangan karakter siswa dapat dilakukan secara real-time oleh guru BK dan wali kelas, tanpa membebani siswa dengan birokrasi yang rumit.

Sebagai penutup, program CAHAYA diharapkan menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh keluarga besar MAN 3 Bantul. Dengan sinergi antara sekolah, siswa, dan pengawasan orang tua di rumah, Ramadhan 1447 H kali ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara spiritual dan sosial hingga hari kemenangan tiba.(Ris)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image