Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Eko Widiantoro

Dari Kolecer dan Pohon, SMAN 1 Cikijing Menanam Karakter Siswa

Rubrik | 2026-02-12 15:22:55
Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan yang disampingi Ketua Komite dan Kepala Sekolah SMANCI melihat pembibitan anggur. (Foto: Asep/Republika)

Retizen.Republika.co.id, MAJALENGKA– Angin siang berembus lembut di halaman SMAN 1 Cikijing, Kabupaten Majalengka, Kamis (12/2/2026). Di tangan para siswa, kolecer bambu berputar serempak, mengikuti arah angin yang datang dari lereng-lereng Majalengka. Seribu kolecer itu bukan sekadar hiasan, melainkan simbol pembelajaran tentang kehidupan.

Pada hari yang sama, para siswa juga menanam 1.000 bibit pohon di lahan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program Gapura Panca Waluya yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus ikhtiar sekolah menanamkan nilai karakter melalui pengalaman nyata.

Kepala SMAN 1 Cikijing, Lilis Ida Rusidah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendidikan karakter tidak cukup disampaikan lewat buku dan ruang kelas. “Anak-anak perlu merasakan dan mengalami sendiri. Dari situlah nilai akan tumbuh,” ujarnya.

Menurut Lilis, kolecer dipilih karena mengandung filosofi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Majalengka sebagai kota angin. Tiang kolecer yang menancap kuat melambangkan dasar nilai, sementara baling-baling yang berputar mengikuti angin menggambarkan kemampuan beradaptasi.

“Kami ingin siswa memiliki pondasi yang kokoh, tetapi tetap lentur menghadapi perubahan zaman, tanpa melupakan budaya dan jati dirinya,” kata Lilis.

Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing, H. Baya, menambahkan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang hidup yang membentuk sikap dan kepedulian sosial. “Pendidikan bukan hanya tentang angka di rapor, tetapi tentang membentuk manusia yang bertanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan,” ujarnya.

Usai kolecer berputar, halaman sekolah berubah menjadi ruang belajar terbuka. Para siswa menggali tanah, menanam bibit katuk dan anggur, lalu menyiraminya dengan penuh kehati-hatian. Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan turut hadir dan ikut melakukan penanaman simbolis bersama unsur Forkopimcam Cikijing serta Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat, Dewi Nurhulaela.

Di sudut sekolah, deretan tanaman anggur tumbuh rapi sebagai laboratorium terbuka. Berbagai varietas, seperti Queen Rogue, Jupiter, hingga Heliodor, dirawat bersama oleh siswa dan guru. Dari kebun ini, para siswa belajar tentang proses, kesabaran, dan keberlanjutan.

Perwakilan 2R Garden, Bojan Graph, mengatakan siswa juga diajarkan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos. “Mereka belajar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah sosial,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Cikijing berupaya menghadirkan pendidikan yang menyentuh akal dan nurani membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan peduli pada kelestarian alam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image