Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Akun montoon Ml

Audit Internal dan Kepercayaan dalam Tata Kelola Organisasi

Bisnis | 2026-02-10 16:36:55

Oleh: Fauzan Hardiyan

Dalam dunia bisnis yang semakin terbuka, kepercayaan bukan sekadar nilai moral, melainkan modal strategi. Organisasi yang gagal menjaga kepercayaan akan menghadapi risiko reputasi, penurunan kinerja, hingga hilangnya legitimasi publik. Di tengah situasi seperti ini, audit internal berperan sebagai peran krusial sebagai penjaga kepercayaan dalam tata kelola organisasi.

Ilustrasi audit internal dalam pengendalian risiko organisasi. Sumber: Pixabay

Audit internal sering dipersepsikan sebatas fungsi pemeriksaan administratif. Padahal, audit internal adalah instrumen manajerial yang berfungsi menjaga efektivitas pengendalian risiko dan memastikan organisasi berjalan sesuai tujuan. Melalui evaluasi yang independen dan berbasis bukti, audit internal membantu manajemen melihat kelemahan sistem sebelum berkembang menjadi masalah serius.

Kepercayaan tumbuh ketika transparansi dan akuntabilitas dijalankan secara konsisten. Laporan audit internal yang objektif tidak hanya menjadi alat pengawasan, tetapi juga sarana refleksi bagi manajemen dalam mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab. Di titik inilah audit internal berperan sebagai hubungan antara kepentingan manajemen dan ekspektasi pemangku kepentingan.

Organisasi yang menempatkan audit internal secara strategis cenderung lebih siap menangani pemerintah. Risiko dapat dikelola dengan lebih terukur, budaya tumbuh secara alami, dan integritas organisasi tetap terjaga. Sebaliknya, audit internal yang hanya dijalankan sebagai formalitas justru mencakup sistem tata kelola itu sendiri.

Pada akhirnya, audit internal bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan fondasi penting dalam membangun organisasi yang dipercaya. Kepercayaan yang dijaga melalui tata kelola yang kuat akan menyebabkan kunci ekosistem di tengah dinamika bisnis yang terus berubah.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image