Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ade Kurniaty

Ancaman Siber di Pendidikan Digital: Apakah Perguruan Tinggi Sudah Siap?

Eduaksi | 2026-02-06 18:58:26

Transformasi digital di perguruan tinggi membawa banyak kemudahan mulai dari sistem informasi akademik berbasis cloud hingga platform pembelajaran online. Namun, bersamaan dengan digitalisasi ini muncul *ancaman siber* yang makin kompleks dan serius. Statistik global mencatat peningkatan tajam insiden *data breach* pada institusi pendidikan termasuk sektor pendidikan tinggi yang belum sepenuhnya siap menghadapi gelombang serangan siber terbaru. ([Jurnal Teknologi Edukasi][2])

Kasus nyata seperti pelanggaran data mahasiswa atau alumni di beberapa universitas internasional menunjukkan bahwa sistem yang kurang terlindungi dapat menimbulkan dampak besar bagi privasi individu. Exploitasi celah sistem tidak hanya mengakibatkan hilangnya data pribadi, tetapi juga menimbulkan keresahan dan hilangnya kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. ([dailytelegraph.com.au][3])

Ironisnya, meskipun ancaman ini makin intensif, kemampuan kesiapan kampus untuk menghadapinya masih belum memadai. Banyak perguruan tinggi tidak memiliki mekanisme pertahanan siber yang tangguh, sumber daya keamanan yang memadai, atau strategi respons insiden yang efektif. Penggunaan *zero-trust architecture* dan deteksi ancaman berbasis AI menjadi konsep ideal, tetapi implementasinya masih jauh dari merata di lingkungan pendidikan tinggi. ([Jurnal Teknologi Edukasi][2])

Selain kesiapan infrastruktur, isu lainnya adalah rendahnya *literasi keamanan siber* di kalangan mahasiswa dan staf akademik. Kesalahan manusia sering menjadi titik lemah dari penggunaan kata sandi lemah hingga kebiasaan membagikan data tanpa pertimbangan keamanan. Ironisnya, ini terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat pembelajaran teknologi itu sendiri.

Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, kita tidak bisa lagi sekadar menunggu perbaikan sistem dari kampus. Kompetensi dasar dalam keamanan siber harus menjadi bagian dari kurikulum inti dan pengalaman pembelajaran praktik nyata. Mahasiswa harus didorong memahami lebih dalam teknik pertahanan siber, etika data, serta pengelolaan risiko digital karena di era saat ini, integritas keamanan data merupakan fondasi utama kepercayaan publik terhadap sistem digital.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image