Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marketing DT Peduli 2

Kisah Tim Medis DT Peduli di Pidie Jaya

Kisah | 2026-01-27 13:46:22
Tim Medis DT Peduli sedang melakukan tindakan pembersihan luka diabetes seorang Ibu di Pidie Jaya (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | PIDIE JAYA - Jumat (9/1/2026) Pagi itu, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh masih basah oleh sisa duka. Jalanan sempit, rumah-rumah sederhana, dan wajah-wajah lelah menjadi saksi bahwa ujian belum sepenuhnya usai. Namun di tengah sunyi itu, langkah Tim Medis DT Peduli terus bergerak dari rumah ke rumah, tanpa memilih siapa yang paling berat lukanya.

Dipimpin oleh dr. Asep, tim medis tidak hanya membuka posko. Mereka mengetuk pintu-pintu warga, mendatangi mereka yang tak mampu berjalan, tak sanggup datang, dan terlalu lemah untuk berharap.

Di sebuah rumah kecil, tim berhenti pada Yusniat, seorang ibu paruh baya yang Kakinya terluka parah akibat komplikasi diabetes. Kadar gula darahnya mencapai 300, luka terbuka, berbau, dan berisiko infeksi berat.

Tim Medis DT Peduli sedang melakukan tindakan pembersihan luka diabetes seorang Ibu di Pidie Jaya (Sumber : DT Peduli)

Tanpa ruang operasi, tanpa fasilitas lengkap, tim medis melakukan tindakan pembersihan bedah dengan peralatan seadanya namun penuh kehati-hatian. Bukan hanya luka yang dibersihkan, rasa takut pun perlahan ditenangkan.

Beberapa langkah dari sana, tim kembali mengetuk pintu rumah selanjutnya, milik Bagali. Ia menderita luka diabetes yang tak kunjung sembuh, gula darah tak terkontrol, dan riwayat stroke yang membuat tubuhnya lemah.

Pemeriksaan dilakukan dengan sabar, satu per satu keluhan dicatat, obat diberikan, dan keluarga diedukasi. Bagi tim medis, menyembuhkan bukan hanya soal tindakan, tapi juga mendampingi.

"Ulkus diabetes melitus dengan kadar gula tidak terkontrol, dengan stroke. Jadi beliau memang pergerakannya susah karena motoriknya kalau yang di bawah itu nol. Kemudian sensoriknya juga sudah tidak merasakan apa-apa. Makanya tadi kita gunting itu nggak kerasa, ya tidak terasa gitu. Jadi yang paling penting adalah satu pengendalian gula darah, yang kedua adalah perawatan luka," jelas dr. Asep sambil berjalan ke rumah selanjutnya. Tanganya masih memegang normal saline.

Di rumah berikutnya, Kiraiaba terbaring dengan tekanan darah tinggi. Kepalanya sering pusing, tubuhnya lemas. Pemeriksaan dilakukan, obat disesuaikan, dan pesan sederhana disampaikan: istirahat, ikhtiar, dan jangan merasa sendirian.

Tim Medis DT Peduli sedang melakukan kunjungan ke setiap rumah yang terdampak banjir di Pidie Jaya (Sumber : DT Peduli)

Langkah tim berakhir di rumah Abas, lansia yang sebelumnya dikenal ramah. Kini ia harus berjuang setelah mengalami stroke. Geraknya terbatas, bicaranya pelan. Namun saat diperiksa, matanya berkaca-kaca. Bukan karena sakit, melainkan karena masih ada yang datang mengetuk pintunya.

"Sejak banjir datang, badan sering terasa lemas dan kepala pusing. Alhamdulillah ada tim kesehatan yang datang langsung ke kampung kami. Kehadiran mereka sangat menolong kami yang sudah tua dan serba terbatas," ungkap Abbas lirih.

Layanan Kesehatan DT Peduli

Banjir yang melanda Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, telah menyebabkan dampak serius bagi masyarakat. Sedikitnya 114 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan kondisi lingkungan yang dipenuhi lumpur serta rusaknya fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan jalan penghubung antar wilayah.

DT Peduli melalui program Mitra Sehat DT Peduli melakukan respon layanan kesehatan darurat, dimulai dengan kegiatan packing dan penyiapan obat-obatan sesuai kebutuhan lapangan.

Layanan kesehatan ini dilaksanakan bersama bidan desa, Bidan Fathiah, yang merupakan bagian dari program bidan desa gagasan dr. Asep untuk Mitra Sehat DT Peduli. Fokus penanganan awal diarahkan pada keluhan kesehatan yang paling banyak dialami warga terdampak, yakni penyakit kulit dan gangguan saluran pencernaan, akibat lingkungan yang lembap dan tidak higienis pascabanjir.

Selain layanan kesehatan, tim DT Peduli juga melakukan survei lokasi untuk aktivasi posko bantuan. Hasil survei menunjukkan bahwa wilayah terdampak banjir sangat luas, dengan akses jalan yang rusak parah dan beberapa jalur berubah menjadi aliran air baru akibat luapan sungkai.

Kondisi ini menyulitkan mobilitas warga dan memperbesar risiko krisis kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Oleh karena itu, kehadiran layanan kesehatan di tingkat desa menjadi kebutuhan mendesak.

DT Peduli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan serta mendukung upaya pemulihan bagi warga Pidie Jaya, agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan bermartabat. (Eko/Agus ID)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image