DT Peduli Solo Resmikan Desa Sejahtera
Filantropi | 2026-01-26 14:54:04
DTPEDULI.ORG | SRAGEN - Daarut Tauhiid (DT) Peduli Solo meresmikan Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, sebagai Desa Sejahtera pada Selasa (30/12). Hal ini merupakan bentuk komitmen DT Peduli dalam mendorong pembangunan desa berbasis pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan dalam bidang keagamaan.
Alasan DT Peduli Solo memilih Desa Purworejo sebagai Desa Sejahtera karena dinilai memiliki sumber daya manusia yang aktif, potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, serta semangat gotong royong yang kuat. Ada beberapa acara dalam peresmian Desa Sejahtera. Mulai dari peresmian Omah Ngaji Bende sebagai pusat pembinaan masyarakat dibidang keagamaan. Lalu penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) Program Peternak Unggul sebagai penguat ekonomi warga, serta pemberian paket sembako untuk guru ngaji dan wisuda tahfidz bagi para santri Omah Ngaji Bende.
Iwan Firmansyah, Perwakilan DT Peduli menyampaikan, peresmian ini tidak sekadar simbolis, melainkan awal dari proses pendampingan berkelanjutan. "DT Peduli akan hadir bersama masyarakat Desa Purworejo melalui program-program produktif yang bertujuan menciptakan kemandirian dan kesejahteraan jangka panjang," tuturnya.
Bowo, Kepala Kecamatan Gemolong juga menyambut baik dan mengapresiasi DT Peduli. Menurutnya, program Desa Sejahtera ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, sosial, dan keagamaan secara bersama-sama. "Kami berharap sinergi ini dapat membawa perubahan nyata dan meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Purworejo," ungkapnya.
Peresmian tersebut diakhiri dengan seremonial pelepasan pita yang dilakukan oleh perwakilan DT Peduli dan Pemerintah Desa. Hadir pula para perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga setempat. Pihak DT Peduli dan Desa Purworejo berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutan, serta mampu menginspirasi desa-desa lainnya di Kabupaten Sragen. (Fikri/Cristi A. Sarif)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
