Pahami Soal UTBK Melalui Bedah Soal Literasi Bahasa Indonesia
Pendidikan dan Literasi | 2026-02-18 09:47:24
Bantul (MAN 2 Bantul) — Peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia terus diupayakan melalui penguatan kompetensi guru, terutama dalam mempersiapkan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Workshop Penguatan Konsep dan Bedah Soal Bahasa Indonesia yang berlangsung di gedung Penerbit Erlangga kawasan Gedongkuning, Yogyakarta, pada Selasa (10/2/26).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Indonesia SMA Provinsi DIY bekerja sama dengan Penerbit Erlangga ini diikuti oleh guru Bahasa Indonesia dari berbagai sekolah menengah atas dan madrasah aliyah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari MAN 2 Bantul hadir dua guru sebagai peserta, yakni Yanuanita Widiyaningrum dan Sumardiasih.
Workshop ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya karakter soal Bahasa Indonesia dalam ujian seleksi berbasis potensi skolastik dan literasi. Materi yang diujikan tidak hanya menuntut kemampuan memahami teks secara literal, tetapi juga menilai penalaran, analisis, evaluasi, serta kemampuan mengaitkan informasi dengan konteks kehidupan nyata. Komponen yang diujikan meliputi pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta literasi Bahasa Indonesia secara menyeluruh.
Kondisi tersebut menuntut guru memiliki pemahaman konseptual yang kuat agar mampu membimbing siswa secara tepat. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping utama yang membantu siswa membangun kemampuan berpikir kritis dan memahami teks secara mendalam.
Dalam kegiatan ini, narasumber utama Anwar Efendi memberikan pemaparan komprehensif mengenai karakteristik tes pemahaman skolastik pada bidang bahasa. Ia menekankan bahwa pembelajaran literasi perlu bersifat kontekstual, yakni mengaitkan materi bahasa dengan peristiwa aktual dan pengalaman kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman yang relevan dengan realitas, siswa akan lebih mudah menafsirkan makna teks, menarik kesimpulan, serta menentukan jawaban secara logis.
Pada aspek pengetahuan dan pemahaman bahasa, guru diarahkan untuk membiasakan siswa memahami informasi secara menyeluruh, mengenali hubungan antar gagasan, serta menafsirkan makna tersirat dalam teks. Sementara itu, pada aspek pemahaman bacaan dan menulis, penekanan diberikan pada kemampuan analisis dan evaluasi teks tertulis. Pembelajaran difokuskan pada identifikasi kesalahan ejaan, perbaikan struktur kalimat, penataan paragraf, serta pengembangan tulisan yang efektif dan koheren.
Melalui sesi bedah soal, peserta tidak hanya menerima penjelasan teori, tetapi juga menganalisis contoh soal secara langsung, mendiskusikan tingkat kesulitan, serta mempelajari strategi penyelesaiannya. Diskusi berlangsung interaktif dan reflektif, sehingga peserta dapat mengaitkan materi dengan praktik pembelajaran di kelas masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat strategi pembelajaran literasi Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan bekal pemahaman konsep yang tepat, guru diharapkan dapat membimbing siswa menjadi pembaca kritis dan penulis yang reflektif, sekaligus lebih siap menghadapi berbagai bentuk soal ujian yang menuntut analisis mendalam.
Workshop ini menjadi salah satu upaya nyata meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus memperkuat peran guru dalam menyiapkan generasi yang literat, adaptif, dan siap menghadapi tantangan akademik di jenjang pendidikan tinggi.(Yn)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
