Menumbuhkan Budaya Baca, Historie Media Dorong Literasi Sekolah
Agama | 2026-01-21 19:30:08
Upaya menumbuhkan budaya baca di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk penerbit buku. Melalui program literasi sekolah, Historie Media berkomitmen untuk berkontribusi dalam penguatan budaya membaca di kalangan pelajar sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Program literasi sekolah ini dilaksanakan melalui kerja sama Historie Media dengan sejumlah sekolah. Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di SMP–SMA Ar Rohmah Bogor IIBS, Bogor, Jawa Barat, dengan melibatkan para siswa dan pendidik dalam berbagai aktivitas literasi yang bersifat edukatif dan inspiratif.
Kegiatan literasi sekolah ini melibatkan para siswa dan pendidik dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk mendorong kecintaan terhadap membaca serta memperluas wawasan pengetahuan. Para siswa diajak untuk berinteraksi secara aktif dengan buku dan bahan bacaan lainnya melalui pendekatan yang komunikatif dan partisipatif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan literasi ini juga mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan. Peran pendidik menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung penguatan literasi di lingkungan sekolah.
Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, Historie Media berharap program literasi sekolah ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi sekolah serta menjadi langkah nyata dalam membangun generasi pembelajar yang memiliki wawasan luas, daya pikir kritis, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
