Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Masjid Sabilurrohman

Tadabbur Malam (008): Malam, Air Mata, dan Doa yang Jujur

Khazanah | 2026-01-20 21:18:49

Tidak semua air mata adalah tanda kelemahan. Sebagian justru lahir dari keberanian untuk jujur—jujur pada diri sendiri dan pada Allah. Malam menyediakan ruang aman bagi kejujuran itu.

Di siang hari, kita terbiasa menahan perasaan. Menyembunyikan luka, menyamarkan kecewa, dan menyusun wajah yang tampak kuat. Namun malam membongkar semuanya perlahan. Ketika sunyi datang, hati mulai berbicara apa adanya.

Air mata dalam doa bukanlah tujuan, tetapi ia sering menjadi bahasa ketika kata-kata tak lagi cukup. Allah tidak menunggu air mata, tetapi Allah Maha Mendengar setiap kegundahan yang dipendam terlalu lama.

Tahajud dan doa malam mengajarkan bahwa tidak apa-apa merasa lemah. Justru di sanalah iman menemukan jalannya. Sebab hanya orang yang sadar kelemahannya yang sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan Allah.

Dan di malam yang sunyi itu, air mata bukan lagi beban—melainkan jalan pulang bagi hati yang lelah.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image