Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Masjid Sabilurrohman

Tadabbur Malam (007): Mengapa Tahajud Menguatkan Jiwa

Khazanah | 2026-01-19 21:41:22

Ada kekuatan yang tidak lahir dari keramaian. Ia tumbuh dalam sunyi, menguat dalam kesendirian, dan matang dalam keheningan. Kekuatan itu sering dirasakan oleh mereka yang terbiasa mendekat kepada Allah di waktu malam.

Tahajud bukan sekadar ibadah tambahan. Ia adalah ruang perjumpaan yang jujur antara hamba dan Tuhannya. Tanpa tuntutan, tanpa paksaan, hanya kesadaran bahwa jiwa membutuhkan sandaran yang kokoh.

Banyak orang mengira kekuatan jiwa lahir dari kemampuan mengendalikan keadaan. Padahal, jiwa justru menguat ketika seseorang mengakui keterbatasannya. Tahajud mengajarkan pengakuan itu—bahwa tidak semua bisa kita atur, dan tidak semua harus kita genggam sendiri.

Di waktu malam, doa menjadi lebih tenang, air mata lebih jujur, dan harapan lebih sederhana. Tidak ada yang diminta berlebihan, kecuali keteguhan hati untuk menjalani hidup dengan iman.

Mungkin itulah sebabnya, mereka yang menjaga tahajud sering terlihat lebih kuat—bukan karena hidupnya tanpa ujian, tetapi karena jiwanya tahu ke mana harus kembali.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image