Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Bayu Setiawan

Indonesia Ukir Sejarah: PLTS Terapung Raksasa Cirata Resmi Beroperasi

Teknologi | 2026-01-18 14:56:47


PURWAKARTA, ADALAH NEWS – Pemerintah Indonesia kembali menorehkan tinta emas dalam peta transisi energi global. Pada hari Kamis (18/1), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang membentang di atas Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, resmi dioperasikan.Peresmian proyek strategis nasional ini menandai babak baru kemandirian energi tanah air. Dengan kapasitas mencapai 192 Megawatt peak (MWp), PLTS ini dikukuhkan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ketiga terbesar di dunia.Simbol Kepemimpinan Energi HijauPresiden Republik Indonesia yang hadir memimpin seremoni peresmian menegaskan bahwa infrastruktur ini adalah bukti nyata keseriusan Indonesia dalam menanggulangi krisis iklim. Proyek ini diproyeksikan menjadi akselerator utama dalam mengejar target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang turut mendampingi Presiden, menekankan pentingnya kolaborasi teknologi dalam proyek ini. Ia menyebut Cirata sebagai milestone krusial bagi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT)./5975718350368666092Keterangan Foto: Hamparan panel surya di PLTS Terapung Cirata, Jawa Barat, yang kini menjadi infrastruktur energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara. (Foto: Dok. Istimewa)"Ini adalah hari bersejarah bagi sektor energi kita. PLTS Cirata bukan sekadar infrastruktur kelistrikan, melainkan simbol bahwa Indonesia mampu menjadi pemimpin dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di kawasan regional," ujar Menteri ESDM dalam pidato sambutannya di lokasi peresmian, Kamis (18/1).Teknologi Canggih dan Dampak LingkunganPembangunan PLTS Terapung Cirata memakan waktu sekitar tiga tahun dengan melibatkan kolaborasi investasi internasional. Instalasi ini menempati area seluas 200 hektare atau sekitar 4 persen dari total luas permukaan Waduk Cirata.Tantangan teknis terbesar dalam pembangunannya adalah menjaga stabilitas panel di atas permukaan air yang dinamis serta meminimalisasi dampak terhadap ekosistem air. Teknologi penjangkaran dan jenis panel yang digunakan telah disesuaikan dengan standar lingkungan internasional untuk memastikan biota air di waduk tetap terjaga.Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) menjelaskan mengenai dampak operasional pembangkit ini bagi masyarakat dan lingkungan. Ia memaparkan bahwa dengan beroperasinya PLTS Cirata, potensi pengurangan emisi karbon diperkirakan mencapai lebih dari 214.000 ton per tahun.Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pasokan listrik hijau yang dihasilkan dari ribuan modul surya tersebut mampu menerangi hingga 50.000 rumah tangga. Listrik ini akan langsung disalurkan melalui jaringan transmisi tegangan tinggi interkoneksi Jawa, Madura, dan Bali.Kehadiran raksasa energi surya ini juga diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian warga sekitar, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal saat operasional hingga potensi pengembangan kawasan wisata edukasi energi hijau. Pemerintah berharap kesuksesan Cirata dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengembangan potensi surya di waduk-waduk lain di seluruh nusantara.(Tim Redaksi Adalah News)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image