Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Astri Harnov Putri

Nematoda Si Cacing tak Kasat Mata yang Ada di Mana-Mana

Edukasi | 2026-05-18 08:10:24

Oleh : Astri H Putri

Pernahkah kamu melihat tanaman di kebun tiba-tiba layu, menguning, atau tumbuh kerdil tanpa alasan yang jelas? Sudah disiram, sudah diberi pupuk, tapi tetap saja tidak tumbuh dengan baik. Banyak orang langsung menuding cuaca, hama serangga, atau kualitas tanah. Padahal, bisa jadi pelakunya jauh lebih kecil dari yang kamu bayangkan — bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Namanya nematoda.


Apa itu Nematoda?

Nematoda adalah hewan berukuran sangat kecil, berbentuk seperti cacing, yang hidup hampir di seluruh penjuru bumi. Mereka bukan bakteri, bukan jamur, dan bukan serangga — mereka adalah kelompok hewan tersendiri. Ukurannya rata-rata hanya sekitar 0,5 hingga 2 milimeter, sehingga kamu tidak akan pernah bisa melihatnya langsung kecuali menggunakan mikroskop.

Yang mengejutkan, nematoda adalah salah satu makhluk hidup yang paling banyak jumlahnya di bumi. Dalam satu sendok makan tanah kebun yang biasa saja, bisa terdapat ratusan hingga ribuan nematoda. Mereka hidup di tanah, air, bahkan di dalam tubuh tumbuhan dan hewan. Ilmuwan memperkirakan ada lebih dari 57.000 spesies nematoda yang sudah ditemukan, dan masih banyak lagi yang belum teridentifikasi.

Di mana saja nematoda bisa ditemukan?

Kalau kamu pikir nematoda hanya ada di kebun atau sawah, kamu akan sangat terkejut. Nematoda ditemukan hampir di setiap sudut bumi — dari padang pasir yang panas, dasar laut yang dingin, puncak gunung, hingga tanah beku di Kutub Utara. Mereka bahkan ditemukan di kerak bumi sedalam beberapa kilometer.

Di lingkungan pertanian, nematoda paling banyak hidup di lapisan tanah atas, terutama di zona perakaran tanaman, yaitu kedalaman 0 hingga 30 sentimeter. Di sinilah mereka mencari makan, berkembang biak, dan berinteraksi dengan akar tanaman.

Tidak semua nematoda itu jahat.

Ini adalah fakta yang sering mengejutkan banyak orang: sebagian besar nematoda tidak berbahaya, bahkan sangat berguna. Dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sebagian kecil yang menjadi parasit pada tanaman. Sisanya justru membantu kehidupan di dalam tanah.

Ada nematoda yang memakan bakteri dan jamur, membantu mengurai bahan organik dan menyuburkan tanah. Ada yang memakan nematoda lain, menjaga keseimbangan populasi di dalam tanah. Ada pula nematoda yang menjadi "tentara alami" petani — mereka menyerang dan membunuh hama serangga dari dalam, tanpa merusak tanaman sama sekali.

Lalu, mengapa nematoda sering dianggap musuh petani?

Karena yang paling sering membuat masalah adalah kelompok nematoda parasit tanaman. Kelompok inilah yang masuk ke dalam akar, menghisap nutrisi, dan menyebabkan tanaman sakit. Kerugian akibat nematoda parasit diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun secara global — sebuah angka yang tidak kecil.

Namun penting untuk dipahami: nematoda parasit hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan populasi nematoda. Menyimpulkan bahwa semua nematoda itu jahat sama halnya seperti menganggap semua serangga adalah hama, padahal lebah dan kupu-kupu justru sangat membantu pertanian.

Setelah membaca artikel ini, ada beberapa hal penting yang bisa kamu pegang sebagai pegangan awal. Pertama, nematoda ada di mana-mana, termasuk di tanah kebunmu — dan itu hal yang normal. Kedua, tidak perlu langsung panik karena sebagian besar nematoda tidak berbahaya, bahkan membantu kesuburan tanah. Ketiga, yang perlu diwaspadai adalah nematoda parasit yang menyerang akar, karena kelompok inilah yang bisa merusak tanaman. Keempat, cara terbaik mengenali masalah nematoda adalah dengan memahami gejala-gejalanya terlebih dahulu — bukan langsung menyemprotkan nematisida.

Pada akhirnya, nematoda mengajarkan kita satu hal yang penting: tidak semua makhluk tak terlihat itu berbahaya. Alam bekerja dengan keseimbangan yang sangat rumit. Tanah yang sehat justru penuh dengan nematoda yang saling menjaga keseimbangan satu sama lain. Tugas kita sebagai petani atau pecinta tanaman adalah mengenali siapa kawan dan siapa lawan — agar kita bisa membuat keputusan yang tepat, bukan sekadar bereaksi karena panik.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image