Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image SAEPANI universitas Pamulang

Ketika Minyak Mengalahkan Kemanusiaan: Venezuela dan Kebangkrutan Moral Dunia

Politik | 2026-01-14 00:16:36

Venezuela adalah potret paling telanjang tentang bagaimana kekayaan alam tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Negeri ini berdiri di atas cadangan minyak terbesar dunia, namun warganya harus bertahan hidup di tengah krisis pangan, inflasi ekstrem, dan keterbatasan layanan dasar. Di titik ini, minyak bukan lagi berkah, melainkan simbol kegagalan moral—baik nasional maupun global.

Ilustrasi pompa minyak yang merepresentasikan sektor energi sebagai sumber kekayaan sekaligus alat kekuasaan politik di Venezuela. Sumber: Pixabay

Selama bertahun-tahun, minyak menjadi pusat kekuasaan politik dan ekonomi Venezuela. Ketergantungan yang berlebihan pada satu komoditas membuat negara ini rapuh menghadapi guncangan harga dan tekanan internasional. Ironisnya, ketika krisis datang, yang paling menderita bukanlah elite politik atau pemain global, melainkan rakyat kecil yang kehilangan akses terhadap kebutuhan paling mendasar.

Namun tragedi Venezuela tidak dapat dilepaskan dari peran dunia internasional. Negara-negara besar kerap mengusung narasi demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi pada saat yang sama menjadikan sanksi dan tekanan ekonomi sebagai alat politik. Dalam praktiknya, kepentingan energi dan geopolitik sering kali lebih menentukan arah kebijakan global dibandingkan nilai kemanusiaan itu sendiri.

Venezuela akhirnya menjadi cermin besar bagi dunia: kekayaan tanpa etika hanya akan melahirkan ketimpangan dan penderitaan. Jika tata kelola yang adil tidak ditegakkan dan standar moral global terus tunduk pada kepentingan, maka krisis serupa bukan mustahil akan terulang di negara lain. Pertanyaannya kini bukan lagi soal minyak, melainkan soal keberpihakan—apakah dunia masih berdiri di sisi manusia, atau sepenuhnya pada kekuasaan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image