Mahasiswa KKM Universitas PTIQ Lestarikan Budaya Keagamaan melalui Simaan Al-Quran
Agama | 2026-02-15 00:23:55
Upaya melestarikan tradisi Qur’ani terus digalakkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas PTIQ melalui kegiatan Simaan Al-Qur’an yang digelar pada 13 Februari 2026 di lingkungan SB Jalan Kebun, Malaysia. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud nyata menjaga tradisi keagamaan yang telah lama menjadi identitas kampus berbasis Al-Qur’an tersebut.
Program ini dilaksanakan oleh satu kelompok KKM yang terdiri dari Muhammad Rafa El Baqir, Fathurrahman Ar-Rafi, Ahmad Baihaqi, Fajar Ihsan Ramadan, dan Abdul Wahid selaku Ketua KKM. Kehadiran para mahasiswa di tengah masyarakat perantauan tidak hanya membawa misi akademik, tetapi juga misi dakwah dan pemberdayaan spiritual. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, mereka berupaya menghadirkan kegiatan yang bernilai ibadah sekaligus berdampak sosial.
Simaan Al-Qur’an merupakan tradisi membaca dan menyimak hafalan Al-Qur’an secara bersama-sama sebagai bentuk murojaah serta upaya menjaga kualitas bacaan dan hafalan. Dalam tradisi kampus islami (PTIQ) yang berbasis tahfidz,kegiatan ini memiliki makna penting karena menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan hafalan. Di lingkungan Universitas PTIQ, simaan telah menjadi budaya akademik dan spiritual yang rutin dilaksanakan, sehingga pelaksanaannya di tengah masyarakat menjadi bentuk konkret transfer nilai dari kampus kepada publik.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Sejak awal hingga akhir acara, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dan menghadirkan suasana religius yang menenangkan. Mahasiswa, santri, serta warga sekitar tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Beberapa warga bahkan turut terlibat aktif dalam menyimak dan memberikan dukungan moral kepada para pembaca hingga kegiatan mencapai khatam Al-Qur’an.
Ketua KKM, Abdul Wahid, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, khataman hari ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Ini bukan hanya tentang menyelesaikan bacaan, tetapi juga tentang kebersamaan dan semangat menjaga Al-Qur’an. Semoga setiap huruf yang dibaca membawa keberkahan, tidak hanya bagi pembacanya tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini memberikan ruang silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan memperkuat hubungan emosional dan spiritual, sekaligus membangun rasa saling memiliki terhadap tradisi keagamaan yang dijaga bersama. Bagi masyarakat perantauan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan suasana religius yang mempererat ukhuwah Islamiyah.
Mahasiswa KKM Universitas PTIQ berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi di tengah masyarakat, khususnya bagi komunitas Muslim di negeri rantau. Simaan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan insidental, tetapi dapat menginspirasi lahirnya agenda-agenda keagamaan berkelanjutan yang melibatkan generasi muda dan tokoh masyarakat setempat.
Di tengah arus globalisasi dan tantangan sosial yang semakin kompleks, peran generasi muda dalam menjaga tradisi keagamaan menjadi semakin penting.
Inisiatif mahasiswa KKM ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan sebagai fondasi pembentukan karakter, penguatan moral, serta penjaga harmoni sosial. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam menghidupkan dan melestarikan budaya Qur’ani di tengah kehidupan modern.
Penulis: Abdul Wahid
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
