Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Arief rachman hakim

Pawai Obor Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Kampung Setu Ciganjur

Kabar | 2026-02-14 22:26:25

Oleh: Arief Rachman Hakim

Gemuruh Sholawat dan Ratusan Api obor Suasana di sepanjang Jalan Mohammad Kahfi 1 dan sekitarnya mendadak riuh rendah. Ribuan peserta, mulai dari anak-anak , remaja masjid, hingga para orang tua, berkumpul dengan satu semangat yang sama. Dengan mengenakan busana muslim , mereka membawa obor bambu tradisional yang menyala terang. Bukan sekadar berjalan kaki, pawai ini biasanya diiringi oleh:Tabuhan Rebana dan Marawis: Menambah kental nuansa Islami di sepanjang rute jalan di Ciganjur Gema Sholawat Menjadi semangat para peserta meski harus berjalan berkilo-kilometer. Replika Unik: Seringkali terlihat replika masjid atau Ondel- ondel yang diarak, menambah daya tarik visual bagi warga yang menonton di pinggir jalan.

Lebih dari Sekadar Seremonial Bagi masyarakat Ciganjur, pawai obor bukan hanya tentang estetik cahaya di malam hari. Tradisi ini memiliki makna mendalam: Syiar Islam: Menunjukkan kekompakan umat muslim dalam menyambut bulan ibadah. Menjaga Silaturahmi: Menjadi momen bertemunya warga dari berbagai RT/RW dan lintas generasi dalam satu barisan. Edukasi Budaya: Mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada anak-anak sedini mungkin agar tidak tergerus zaman. Menghidupkan Ekonomi Lokal Tak hanya soal spiritual, pawai obor juga membawa berkah bagi pedagang kecil!UMKM di Ciganjur.

Penjual jajanan pasar, minuman dingin, menciptakan ekosistem pesta rakyat yang hangat dan inklusif. Catatan: Meski modernitas terus menggempur ibu kota, Ciganjur tetap teguh menjaga api tradisi ini tetap menyala. Pawai obor adalah pengingat bahwa kegembiraan Ramadhan adalah milik bersama, yang paling indah jika dirayakan dengan kebersamaan.

Kemeriahan Pawai Obor Menyambut Ramadhan Setiap tahunnya, saat hilal Ramadhan mulai dinanti, kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, berubah menjadi lautan cahaya. Tradisi Pawai Obor telah menjadi agenda ikonik warga setempat untuk mengekspresikan kegembiraan menyambut datangnya bulan suci yang penuh berkah.

Pawai obor ini adalah pesan kuat bagi kita semua: bahwa Ramadhan harus disambut dengan hati yang terang, secerah api yang kita bawa malam ini. Mari kita bersihkan diri, luruskan niat, dan jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum transformasi spiritual yang sesungguhnya. Marhaban ya Ramadhan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image