Iklan Anti Pelecehan Seksual tak Ramah Anak
Curhat | 2026-01-11 21:13:38
Saya sangat setuju setiap upaya pencegahan dan penanganan kasus pelecehan seksual di transportasi publik, khususnya bus dan kereta komuter di Jabodetabek. Kita wajib saling mawas diri atas potensi pelecehan seksual yang merugikan penyintas yang umumnya perempuan.
Namun, saya sangat menyesalkan adanya poster bergambar di Komuter Line Jabodetabek yang tak layak dilihat dan dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Dalam gambar ilustrasinya, ada seorang pria bertelanjang dada yang menggoda seorang perempuan. Ada pula seorang pria yang melakukan pelecehan fisik kepada seorang perempuan. Lalu ada gambar seorang perempuan yang sedih akibat dilecehkan secara verbal oleh orang tertentu.
Lebih parah lagi, informasi tentang bentuk-bentuk pelecehan disebutkan. Misalnya bentuk verbal adalah komentar atas tubuh, siulan, suara kecupan, komentar seksis, dan seterusnya. Penjelasan bentuk pelecehan fisik adalah disentuh, dihadang, digesek, dan seterusnya. Terakhir bentuk pelecehan visual adalah main mata, gestur vulgar, dipertontonkan masturbasi, dan diperlihatkan kelamin.
Saya tak membayangkan ketika anak saya berusia enam tahun masuk ke dalam gerbong komuter line yang terpasang poster tersebut. Lalu ia bertanya dengan gambar dan tulisan tersebut. Bagaimana saya menjelaskan istilah-istilah "dewasa" yang belum layak dikonsumsi oleh anak seusianya. Apakah konseptor poster ini tak pernah memikirkan bahwa pengguna layanan komuter line bukan hanya orang dewasa diatas 21 tahun? Apakah tidak ada ide lain untuk mencegah pelecehan seksual hingga wajib menampilkan poster semacam ini? Apakah tidak cukup dengan bentuk informasi dan pengawasan lain?
Menurut pengalaman pribadi saya selama tinggal empat tahun di Eropa dan mengelilingi kota-kota besar dengan transportasi umum di Amsterdam, Brusel, Milan, Munich, Frankfurt, Vienna, Praha, Budapest, Krakow, hingga Istanbul, saya tidak pernah menemukan iklan pencegahan pelecehan seksual seperti yang terpasang di komuter line Jabodetabek. Setiap transportasi umum memasang kamera pengawas sebagai upaya pencegahan tindak pidana kejahatan. Negara-negara Eropa yang sekuler pun sangat tegas atas tindakan pelecehan seksual dan menjatuhkan sanksi berat atas kejahatan tersebut.
Semoga poster ini segera hilang dari dinding-dinding komuter line.
Ayo kita cegah dan lawan kejahatan pelecehan seksual di mana pun di wilayah NKRI!
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
