Festival Drawata 2025 Sajikan Drama Sejarah 1965 Karya Teater Bukit Senja
Drama | 2026-01-09 10:48:35
Tangerang Selatan - Teater Bukit Senja sukses menampilkan drama berjudul “L’EXILE DE 65 À PARIS” pada Jumat (19/12/2025) bertempat di Ruang Serbaguna Anggrek 2 lantai 8 Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. Pementasan ini menjadi salah satu rangkaian acara Festival Drama Warisan Tahunan (Drawata) Vol. 7.0.Melalui unggahan di akun resmi Instagram @drawata_, dijelaskan bahwa Drawata 2025 menghadirkan delapan pementasan dari delapan kelompok teater mahasiswa Sastra Indonesia semester V Universitas Pamulang. “Festival Drawata kembali hadir dengan tema Simfoni 8 Suara, menyatukan delapan kisah besar dalam satu panggung pertunjukan yang megah,” tulis akun tersebut.Drama “L’EXILE DE 65 À PARIS” yang dipentaskan oleh kelas 05SIDK001 mengambil latar waktu tahun 1965 dan 1995, dengan lokasi cerita di Prancis dan Jawa Tengah. Kisah ini menyoroti masa kelam tragedi 1965 yang menimbulkan banyak korban dengan jumlah yang tidak dapat dipastikan, serta mengiringi peralihan kekuasaan dari Orde Lama menuju Orde Baru.Cerita berpusat pada sosok Claire Ayuningtyas, putri dari seorang eksil 1965 yang hidup di Paris. Ibunya, perempuan Indonesia, masih menyimpan trauma hingga usia tuanya. Di Paris, Claire menjalin hubungan dengan seorang penulis bernama Mathis Lefevre. Demi membantu penyembuhan sang ibu, Claire memutuskan pulang ke Indonesia bersama ibunya. Namun, keputusan tersebut ditentang oleh Mathis karena kondisi politik Indonesia yang masih berada di bawah rezim otoriter dan represif.Pementasan ini berada dalam arahan Welcy Fine, dengan produser Ramopoli Kharis Yehezkiel. Malik Ibnu Zaman bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, dibantu oleh Siti Almaidah sebagai asisten sutradara. Posisi manajer panggung dipegang Wilda Yanti, bendahara oleh Sri Lestari, dan divisi dana usaha oleh Meisya Nurjanah. Tim artistik terdiri atas Vania Indriani Puspita dan Junaeni. Penata kostum adalah Tantri Janatul Hikma dan Suci Fatwa Dewi, sementara tata rias ditangani oleh Isoli Loh Jingga, Amanda Fadila, dan Dorote Beka. Musik dan pencahayaan dikelola Musyfiq Abdillah, serta dokumentasi oleh Akhrul Mubarok.Vebriyani Ratnawati memerankan Claire Ayuningtyas, sedangkan Ramopoli Kharis berperan sebagai Mathis Lefevre, dan Akhrul Mubarok sebagai Julian Delacroix. Tokoh Ratri Lestari Tua dimainkan oleh Yuniar Savitri dan versi mudanya diperankan Nia Jenika. Reno tampil sebagai tentara dan penari 1, Amir Ramdan memerankan Philippe Dubois dan Bung Besar, sementara Patricyia Lani berperan sebagai penari 2 dan tokoh perempuan. Sri Lestari, Dela Fitria, dan Meisya Nurjanah masing-masing memerankan Perempuan 1, Perempuan 2, dan Perempuan 3.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
