Analisis Decision Tree sebagai Alat Pengambilan Keputusan
Eduaksi | 2026-01-07 17:09:07Decision Tree atau pohon keputusan merupakan salah satu metode analisis yang banyak digunakan dalam matematika terapan, statistika, dan ilmu data. Metode ini menyajikan proses pengambilan keputusan dalam bentuk struktur bercabang yang menyerupai pohon, sehingga memudahkan pengguna dalam memahami alur pemilihan keputusan berdasarkan kondisi tertentu.
Dalam analisis Decision Tree, setiap cabang mewakili kemungkinan keputusan atau kondisi yang berbeda, sedangkan setiap simpul akhir menunjukkan hasil atau kesimpulan yang dapat diambil. Pendekatan ini membantu menyederhanakan permasalahan yang kompleks menjadi langkah-langkah yang sistematis dan logis. Oleh karena itu, Decision Tree sangat efektif digunakan untuk menganalisis masalah yang melibatkan banyak kriteria dan alternatif pilihan.
Dari sudut pandang matematika, Decision Tree mengandalkan konsep probabilitas, logika, dan optimasi. Pemilihan cabang terbaik didasarkan pada perhitungan tertentu, seperti pengukuran ketidakpastian atau tingkat kesalahan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap keputusan yang diambil tidak bersifat subjektif, melainkan didukung oleh perhitungan yang rasional dan terukur.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep Decision Tree dapat diterapkan secara sederhana, misalnya dalam menentukan prioritas belajar, memilih jurusan pendidikan, atau mengambil keputusan finansial. Dengan menyusun alternatif dan konsekuensi secara terstruktur, seseorang dapat mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum menetapkan pilihan terbaik.
Secara edukatif, analisis Decision Tree mengajarkan pentingnya berpikir sistematis dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan. Metode ini melatih individu untuk mempertimbangkan setiap kemungkinan secara logis, bukan berdasarkan intuisi semata. Dengan demikian, Decision Tree tidak hanya berperan sebagai alat analisis matematis, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran berpikir kritis dan objektif.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
