Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Aufa Yazid

Rumah yang Sementara: Membaca Al-Mulk Ayat 15 lewat Lagu Sal Priadi

Lentera | 2026-01-02 09:50:22

Mendengarkan lagu kadang tidak berhenti pada soal melodi, tetapi berlanjut menjadi perenungan. Salah satu lagu yang memberi ruang refleksi itu adalah Kita Usahakan Rumah Itu karya Sal Priadi. Di antara lirik-liriknya, ada penggalan yang terasa sederhana namun dalam: tentang berkeliling dunia dan singgah di banyak tempat yang sifatnya sementara. Menariknya, rasa yang dibangun lirik ini sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Mulk ayat 15, yang menggambarkan manusia sebagai pejalan di bumi, pencari rezeki, sekaligus makhluk yang suatu saat akan kembali. Dari titik inilah dialog antara musik pop dan nilai keimanan terasa hidup.

Perjalanan sebagai Keniscayaan Manusia

“Boleh kamu keliling dunia” bukan sekadar izin untuk pergi jauh, tetapi pengakuan atas kodrat manusia sebagai makhluk yang bergerak. Dalam hidup, manusia memang tidak pernah benar-benar diam. Kita berpindah tempat, peran, dan fase kehidupan. Dunia memberi ruang luas untuk dijelajahi, dan pengalaman hidup sering kali justru ditemukan ketika seseorang berani melangkah keluar dari zona nyamannya.

Pesan ini selaras dengan Al-Mulk ayat 15 yang menyebutkan bahwa bumi telah dijadikan mudah bagi manusia untuk dijelajahi. Ayat ini tidak membatasi manusia untuk tinggal di satu titik, melainkan mendorong usaha, ikhtiar, dan perjalanan. Namun di balik kebebasan itu, terselip pengingat bahwa perjalanan bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari proses kehidupan yang lebih besar.

Makna Singgah dan Kesementaraan

Frasa “tempat-tempat ’tuk singgah sementara” menegaskan bahwa tidak semua yang kita datangi layak disebut rumah. Banyak hal dalam hidup hanya bersifat transit: kota tempat bekerja, pencapaian yang dibanggakan, bahkan kenyamanan yang terasa mapan. Semuanya bisa memberi rasa aman sesaat, tetapi tidak selalu memberi ketenangan yang utuh.

Dalam perspektif Al-Qur’an, dunia memang digambarkan sebagai tempat singgah, bukan tempat menetap. Manusia diberi kesempatan menikmati rezeki dan kemudahan, tetapi tidak diminta melekat secara berlebihan. Kesadaran akan kesementaraan inilah yang membuat manusia tetap rendah hati dan tidak terjebak menganggap dunia sebagai tujuan akhir.

Rumah, Cinta, dan Arah Pulang

Ketika Sal Priadi menulis bahwa suatu tempat boleh dinamai rumah selama ada orang-orang yang dicintai di dalamnya, makna rumah bergeser dari bangunan fisik menjadi ruang emosional. Rumah adalah rasa diterima, dimengerti, dan dicintai. Tanpa itu, sejauh apa pun perjalanan membawa kita, selalu ada kehampaan yang tersisa.

Ilustrasi Rumah yang Sementara: Membaca Al-Mulk Ayat 15 lewat Lagu Sal Priadi

Namun dalam kerangka iman, makna rumah melampaui relasi antarmanusia. Al-Mulk ayat 15 ditutup dengan pengingat bahwa kepada Allah-lah manusia akan kembali. Ini menegaskan bahwa rumah paling hakiki bukan hanya tempat bersama orang tercinta, tetapi juga keadaan ketika hati merasa pulang kepada Tuhannya. Di titik inilah lirik lagu dan ayat Al-Qur’an bertemu, bukan dalam bunyi, tetapi dalam rasa.

Penutup Reflektif

Pertemuan antara lagu Sal Priadi dan Surah Al-Mulk ayat 15 menunjukkan bahwa kebenaran bisa hadir melalui banyak medium. Musik mampu menyentuh perasaan, sementara ayat memberi arah dan makna. Keduanya sama-sama mengingatkan bahwa hidup adalah perjalanan, dunia adalah singgahan, dan rumah sejati selalu berkaitan dengan arah pulang. Dalam kesadaran itu, manusia belajar berjalan tanpa tersesat, dan singgah tanpa lupa tujuan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image