Bahaya Obsesi Nilai Sempurna di Tengah Krisis Identitas Remaja
Pendidikan | 2025-12-30 11:42:09
Dunia pendidikan kita saat ini sering kali terjebak dalam pemujaan angka, di mana nilai rapor dianggap sebagai satu-satunya indikator kesuksesan. Tanpa sadar, tekanan untuk selalu tampil sempurna telah mengubah remaja menjadi "robot" yang hanya belajar demi memuaskan ekspektasi, bukan untuk mencari ilmu.
Ketika pujian hanya datang saat angka A muncul di layar, anak mulai mengidentikkan harga diri mereka dengan prestasi akademik. Akibatnya, saat menghadapi kegagalan kecil, mereka mengalami guncangan mental yang hebat karena merasa tidak berharga sebagai manusia. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya ruang eksplorasi jati diri karena waktu habis tersita oleh ambisi nilai, melahirkan generasi yang cerdas di kertas namun "kosong" di dalam.
Pada akhirnya, nilai sempurna tidak akan pernah sebanding dengan kesehatan mental dan keutuhan jati diri seorang anak. Tugas kita sebagai pendidik dan orang tua adalah mendampingi mereka tumbuh menjadi manusia yang tangguh dan kreatif, bukan memprogram mereka menjadi mesin pencetak prestasi. Mari berhenti mengejar angka secara buta dan mulai melihat anak kita sebagai manusia seutuhnya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
