Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ariq Naldi

Sampah Menggunung di Trotoar Tangsel Akibat Penutupan TPA Cipeucang

Tangsel | 2025-12-29 12:25:26

Tangerang Selatan — Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di Kota Tangerang Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang berdampak langsung pada terhambatnya proses pengangkutan sampah dari permukiman warga, pasar, dan kawasan komersial menuju lokasi pembuangan akhir.

Akibatnya, tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik ruang publik seperti trotoar, bahu jalan, dan lahan kosong di kawasan Ciputat, Serpong, serta Pamulang. Kantong-kantong plastik berisi limbah rumah tangga dibiarkan menumpuk berhari-hari tanpa pengangkutan yang memadai.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian trotoar tidak lagi dapat digunakan oleh pejalan kaki karena tertutup sampah. Kondisi ini memaksa warga turun ke badan jalan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Selain mengganggu mobilitas, bau menyengat dari sampah yang membusuk juga menimbulkan rasa tidak nyaman. Aroma tidak sedap tercium hingga ke rumah-rumah warga dan area usaha di sekitarnya, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kenyamanan lingkungan.

Sejumlah warga mengaku khawatir kondisi tersebut akan memicu masalah kesehatan. Sampah yang menumpuk berpotensi menjadi sarang lalat, tikus, dan nyamuk, yang dapat membawa berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, dan infeksi kulit.

“Kalau dibiarkan terus, ini bisa jadi masalah kesehatan serius. Anak-anak sering bermain di sekitar sini, kami khawatir mereka terkena penyakit,” ujar salah seorang warga Ciputat.

Warga juga mempertanyakan kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi gangguan operasional fasilitas pengelolaan sampah. Menurut mereka, seharusnya ada skema darurat agar sampah tidak menumpuk di lingkungan ketika terjadi penutupan TPA.

Pengamat tata kota menilai bahwa persoalan ini menunjukkan lemahnya sistem pengelolaan sampah perkotaan yang masih sangat bergantung pada satu lokasi pembuangan akhir. Tanpa alternatif yang jelas, gangguan kecil saja dapat berdampak besar bagi kebersihan kota.

Mereka menyarankan agar pemerintah mempercepat pengembangan fasilitas pengolahan sampah terpadu, mendorong pemilahan sampah dari sumber, serta memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pengurangan sampah rumah tangga.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan diharapkan segera mengambil langkah konkret, baik dengan membuka kembali TPA Cipeucang setelah perbaikan, maupun menyediakan lokasi pembuangan sementara agar tumpukan sampah di ruang publik dapat segera ditangani.

Warga berharap persoalan ini tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi juga menjadi momentum untuk membenahi sistem pengelolaan sampah kota secara menyeluruh demi lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image