Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Hasanuddin Z. Abidin

Problema Penurunan Tanah dan Banjir Rob di Pantura Jawa Barat

Teknologi | 2025-12-29 10:32:51

Saat air laut pasang, sebagian kawasan pantura Jawa Barat yang mengalami fenomena penurunan tanah, biasanya akan dilanda oleh banjir rob, dimana air laut melimpas masuk ke wilayah daratan. Wilayah pesisir Pamanukan Subang (desa Mayangan dan Legonwetan), pesisir Kandanghaur Indramayu (desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon), pesisir Mundu Cirebon (desa Mundu Pesisir), dan pesisir Losari Cirebon (desa Ambulu), adalah contoh kawasan pesisir Jawa Barat yang kerap dilanda banjir rob.

Banjir rob terjadi saat permukaan air laut lebih tinggi dari permukaan tanah di sepanjang pantai. Kondisi banjir rob akan semakin parah kalau wilayah pesisirnya juga mengalami penurunan tanah. Adanya penurunan tanah akan memperluas dan memperdalam cakupan banjir rob di wilayah pesisir. Kalau mengacu pada riset tim kami sebelumnya dengan metode GNSS (Global Navigation Satellite System) dan InSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar), laju penurunan tanah di kawasan pantura Jabar berkisar antara 3 sampai 10 cm/tahun. Laju penurunan tanah ini umumnya bervariasi baik secara spasial maupun temporal. Banjir rob yang kita amati sejatinya merupakan efek gabungan dari adanya penurunan tanah di kawasan pesisir, kenaikan muka laut, dan pasang air laut. Adanya fenomena gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di kawasan pesisir dapat memperparah dampak banjir rob ini.

Banjir rob menggenangi rumah di Desa Mayangan, Pantai Pondok Balik, Kabupaten Subang, 30 November 2025

Dampak banjir rob yang kami amati di lapangan tak dapat disepelekan. Secara umum, disamping mengganggu aktivitas keseharian penduduk, serta aktivitas perekonomian dan transportasi di wilayah terdampak, banjir rob yang datang secara berkala juga menurunkan kualitas kehidupan dan kesehatan masyarakat, serta mendegradasi kualitas lingkungan dan sanitasinya, serta membuat air permukaan tidak layak minum. Penanganan sampah dan limbah di kawasan terdampak banjir rob juga kami amati agak terbengkalai. Air laut yang kerap menggenangi, juga telah membuat sebagian lahan produktif seperti sawah menjadi tidak berfungsi. Kadang kawasan yang dulunya merupakan kawasan tambak udang dan bandeng, saat ini juga berkurang luasannya atau kadang menghilang, karena dampak akumulatif penurunan tanah yang relatif besar sehingga membuat genangan air laut menetap. Sejumlah rumah penduduk juga sudah ditinggalkan oleh penghuninya karena sering tergenang air laut, dan yang masih bertahan beradaptasi dengan berbagai cara terhadap genangan air yang datang secara berkala. Nilai persil tanah di kawasan terdampak banjir rob juga umumnya turun.

Pemerintah dan masyarakat setempat kami amati sudah melaksanakan sejumlah inisiatif sebagai upaya mitigasi dan adaptasi terhadap banjir rob ini. Ada pantai yang sudah dibangunkan tanggul penahan air laut (contohnya di Eretan Kulon). Sejumlah jalan desa dan jembatan sepanjang sungai, muara, dan kawasan yang kerap tergenang, juga sudah ditinggikan dan dibangun tembok penghalang air di sisi-sisinya. Kebutuhan air bersih di kawasan terdampak banjir rob dan sekitarnya, kami amati juga sudah banyak dilayani oleh program pemerintah PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Secara mandiri sebagian masyarakat juga sudah meninggikan tapak rumahnya agar air tidak masuk ke dalam rumah. Dari hasil dialog dengan penduduk setempat, secara umum masyarakat mendukung seandainya pemerintah dapat membangun secara menyeluruh tanggul pantai maupun tanggul sungai yang dapat membebaskan mereka dari banjir rob secara permanen. Masyarakat di wilayah terdampak banjir rob umumnya mendukung rencana program GSW (Giant Sea Wall) dari pemerintah. Keberadaan fasilitas penyediaan air bersih PAMSINAS juga diapresiasi oleh masyarakat.

Banjir rob di pantura Jawa Barat terkait dengan fenomena penurunan tanah. Penurunan tanah ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor alamiah dan/atau aktivitas manusia, seperti kompaksi alamiah dari kawasan pantai, aktivitas tektonik, pengambilan air tanah yang berlebihan, eksploitasi migas, serta beban bangunan dan konstruksi. Untuk kawasan pantura Jabar, kombinasi pengambilan air tanah oleh pabrik, industri, dan masyarakat; dengan eksploitasi migas di wilayah daratan dan lepas pantai Jabar; serta kompaksi alamiah dari kawasan pantai, secara teoritis akan menjadi kontributor utama dari penurunan tanah.

Berkaitan dengan penurunan tanah, program PAMSIMAS cukup problematik. Dari wawancara di lapangan, kami diinfokan bahwa fasiltas PAMSIMAS umumnya mengambil air tanah dari kedalaman sekitar 120 sampai 160 meter. Meskipun air bersih yang dihasilkan sangat bermanfaat untuk masyarakat, tapi pengambilan air tanah ini akan mempercepat laju penurunan tanah, yang kemudian akan berkontribusi dalam memperparah dampak banjir rob. Karenanya untuk mitigasi banjir rob di wilayah pantura Jabar, sebaiknya pemerintah memperkuat infrastruktur dan sistem penyediaan air bersih sepanjang pantura Jawa, yang tidak menggunakan air tanah, untuk melayani kebutuhan masyarakat, industri, dan pabrik.

Survey lapangan menunjukkan bahwa banjir rob yang berkelindan dengan fenomena penurunan tanah, tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi dan infrastruktur, tapi juga kerugian sosial dan lingkungan, yang sangat merugikan masyarakat. Karenanya manajemen pengurangan risiko bencana penurunan tanah dan banjir rob di wilayah pantura Jabar perlu terus ditingkatkan kualitasnya secara berkelanjutan. Semoga.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image