Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Afra Ramadhani

Banjir Aceh Sudah Surut, tapi Trauma Anak-Anak Belum

Info Terkini | 2025-12-24 19:32:59
Ilustrasi banjir di Aceh. Sumber: https://www.freepik.com/free-ai-image/natural-disaster-concept-with-flood_42082705.htm#fromView=search&page=1&position=22&uuid=f8380691-96de-4cbd-aab4-c513fed9d2b5&query=flood

Banjir Aceh mungkin sudah surut. Namun bagi banyak anak, dampaknya belum benar-benar berakhir. Masih ada anak yang panik saat hujan turun, sulit tidur, mimpi buruk, hingga kehilangan semangat belajar. Mereka memang selamat secara fisik, tapi tidak semuanya selamat secara mental.

Anak-anak korban banjir Aceh menghadapi risiko trauma psikologis serius yang dapat memengaruhi kesehatan mental, kehidupan sosial, dan pendidikan mereka jika tidak mendapatkan dukungan yang tepat.

Anak Paling Rentan Alami Trauma

Menurut WHO dan UNICEF, anak adalah kelompok paling rentan mengalami gangguan psikologis setelah bencana. Hilangnya rasa aman, pengalaman mengancam nyawa, serta ketidakpastian pascabencana membuat anak lebih mudah mengalami stres berat. Penelitian di Indonesia juga menunjukkan sebagian anak korban banjir mengalami gejala PTSD dan gangguan emosional yang serius jika tidak mendapatkan pendampingan psikologis (WHO, 2011; UNICEF, 2023; Seniwati dkk., 2022).

Dampaknya Bisa Panjang

Trauma anak pascabencana bukan sekadar rasa takut biasa. Anak bisa mengalami kecemasan berlebihan, sulit tidur, menurun prestasi belajar, hingga perubahan perilaku. Jika dibiarkan, dampaknya bisa berlangsung lama dan memengaruhi masa depan mereka.

Bukan Hanya Butuh Bantuan Fisik

Masalahnya, penanganan bencana masih sering fokus pada bantuan logistik. Padahal kesehatan mental anak sama pentingnya. WHO dan UNICEF merekomendasikan Psychological First Aid (PFA), dukungan keluarga, peran sekolah, dan pendampingan psikolog profesional agar anak benar-benar pulih.

Banjir mungkin sudah berhenti, tetapi trauma anak-anak Aceh belum. Mereka tidak hanya butuh makanan, tenda, dan bantuan fisik, tetapi juga dukungan psikologis. Jika diabaikan, dampaknya bisa mengikuti mereka hingga dewasa. Sudah saatnya kesehatan mental anak menjadi prioritas dalam penanganan bencana.

Daftar Pustaka Singkat

Seniwati, T., dkk. (2022). Childhood Post-Traumatic Stress Disorder: A Post-Flood Overview. Journal of Holistic Nursing Science. World Health Organization. (2011). Psychological First Aid: Guide for Field Workers. UNICEF. (2023). Mental Health and Psychosocial Support for Children in Emergencies.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image