Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Desta Romansyah

Menulis dan Kesehatan Mental

Sastra | 2026-03-29 21:52:12

Oleh Desta Romansyah

Menulis dan kesehatan mental merupakan dua disiplin ilmu yang berbeda. Menulis merupakan bagian ilmu dari bahasa. Sedangkan kesehatan mental sendiri merupakan bagian dari ilmu psikologi. Menulis pada dasarnya merupakan sebuah seni—estetika; yang mengandung keindahan yang di ekspresikan lewat tulisan. Secara bersamaan juga bahwa menulis merupakan suatu tindakan aktivitas untuk membuat sebuah catatan-catatan tentang suatu apapun, mulai dari mencatat pengalaman, mencatat aktivitas keseharian, bahkan mencatat rencana untuk hari selanjutnya.

Lalu apa hubungannya menulis dengan kesehatan mental?

Menulis dan kesehatan mental memiliki hubungan yang sangat signifikan. Menurut Dr. James W Pennebaker, seorang Psikolog dan ahli bahasa, seorang yang memelopori terapi kejiwaan dengan menulis. Melalui karyanya yang berjudul Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotion. Penebaker mengatakan jika sedang mengalami permasalahan, mulailah menulis sedikit demi sedikit, kata demi kata. Untuk mengurangi depresi yang menekan jiwa Anda maka tuliskan saja apa saja yang kita bisa tuliskan. Jadi ketika kita memiliki sebuah permasalahan sehingga permasalahan menjadi beban kita, maka menulis merupakan sebuah jalan untuk mengurangi beban kita. Dengan menulis, maka stabilitas mental kita tetap seimbang dan aman terjaga dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Selain daripada itu, menulis juga mampu mengoptimalkan fungsi otak kita sehingga otak semakin terasah dan terhindar dari ketumpulan. Dan menulis, dapat memberikan sebuah terapi kepada manusia untuk menetralisir pikiran-pikiran yang banyak beban. Sehingga pikiran-pikiran yang begitu banyak beban akan mengganggu kesehatan mental manusia. Hal ini sependapat dengan Baikie & Wilhem dalam Scott, 2023 beliau Mengungkapkan bahwa pikiran dan perasaan melalui tulisan dapat membantu meningkatkan kesehatan emosional dan fisik seseorang. Adapun penelitian yang lain mengatakan bahwa journaling dapat mengurangi stres pada berbagai rentang usia, mulai dari anak hingga dewasa. Journaling juga ditemukan bermanfaat untuk mengurangi stres secara umum, stres akademik, gejala depresi, maupun gejala stres pasca trauma Savera dkk. (2022). Demikian pula, Sohal dkk. (2022) menyatakan bahwa journaling memiliki peran dalam meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan. Maka tidak ada salahnya ketika kita mengatakan bahwa menulis adalah “terapi”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa menulis atau journaling memiliki hubungan dengan kesehatan mental yang sangat signifikan sehingga menulis dapat membantu untuk menjaga kesehatan mental seseorang dan dapat menerapi mereka bagi yang sedang di landa beban pikiran, stres, bahkan gangguan emosional. Karena menulis itu sendiri merupakan sebuah curah pendapat yang di ekspresikan lewat tulisan—menuangkan apapun yang ada di pikiran. Dengan mencurahkan hal-hal yang terus menerus dipikirkan ke atas kertas, seseorang bisa mengurangi beban mental yang disebabkan oleh pikiran-pikiran tersebut. Proses ini membantu membersihkan pikiran dari kekacauan, sehingga memberikan ruang dan fokus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tanpa tekanan berlebih (Byers, 2023).

Dengan artikel ini kita tahu bahwa dengan menulis, kita dapat menerapi kita sendiri sehingga kita terhindar dari ganggun mental. Bahkan, stabilitas kesehatan mental kita tetap aman dan sentosa. Maka menulislah apapun itu.

Sumber:

Byers. N. (2023, 16 Mei). Is it time for a mental declutter?. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/neuroscience-in-your-daily-life/202305/is-it-time-for-a- mental-declutter

Savera, N. D., Purwaningrum, R., & Hidayat, R. R. (2022). A literature review: Does expressive writing effective to reduce stress?. ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 3(2), 87-99.

Sohal, M., Singh, P., Dhillon, B. S., & Gill, H. S. (2022). EfRcacy of journaling in the management of mental illness: a systematic review and meta-analysis. Family medicine and community health, 10(1).

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image