Penyakit Stroke Kenali Tanda dan Gejala Awal untuk Penyelamatan Cepat
Edukasi | 2025-12-22 08:01:43Stroke merupakan penyakit neurologi yang sering dijumpai dan harus ditangani secara cepat dan tepat. Stroke merupakan kelainan fungsi otak yang timbul secara mendadak yang menyebabkan karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Stroke disebabkan oleh trombosis serebral, hemoragik, hipoksia umum dan hipoksia setempat (Sacco dkk. 2013). Gejala stroke yang muncul dapat bersifat fisik, psikologis, atau perilaku. Fisik yang paling khas adalah kelemahan anggota gerak sampai kelumpuhan, hilangnya sensasi diwajah, bibir tidak simetris, kesulitan berbicara atau afasia, kesulitan menelan, penurunan kesadaran, nyeri kepala (vertigo), mual muntah dan hilangnya penglihatan di satu sisi atau dapat terjadi kebutaan (Black, J dan Hawks 2014). Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) tahun 2015, kematian akibat stroke sebesar 51% di seluruh dunia disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Selain itu, diperkirakan sebesar 16% kematian stroke disebabkan tingginya kadar glukosa darah dalam tubuh.
A. JENIS-JENIS STROKE
SUBTIPE STROKE ISKEMIK (TOAST)
Klasifikasi TOAST membagi stroke iskemik menjadi lima subtipe utama yang masih dominan digunakan. Pertama, aterosklerosis arteri besar (LAA, 15-40%) melibatkan stenosis >50% atau plak tidak stabil di arteri ekstrakranial/intrakranial besar. Kedua, kardioembolik (CE, 20-30%) berasal dari sumber jantung seperti fibrilasi atrium, trombus ventrikel, atau paten foramen ovale (PFO). Ketiga, penyakit pembuluh darah kecil (SVD, 20-25%) mencakup infark lakunar subkortikal 1,5 cm, terkait hipertensi kronis dan leukoaraiosis. Keempat, etiologi lain (OTH, 5-10%) termasuk diseksi arteri, vaskulitis, atau kondisi langka seperti COVID-19 terkait. Kelima, undetermined (UND, 20-30%) dibagi menjadi undetermined multiple cause (UND-M) atau cryptogenic jika tidak ada penyebab yang jelas meski evaluasi lengkap.
SUBTIPE STROKE HEMORAGIK
Stroke hemoragik terbagi menjadi pendarahan intraserebral (ICH/PIS) dan subaraknoid (SAH/PSA). ICH terjadi di parenkim otak, sering basal ganglia atau talamus akibat hipertensi, atau lobar karena amiloidosis serebral (CAA) pada lansia. SAH melibatkan pendarahan di ruang subaraknoid, 85% non-traumatik dari ruptur aneurisma sakular (komunikans anterior atau karotis interna). Jurnal terkini mengusulkan klasifikasi kausal ICH baru untuk etiologi spesifik seperti hipertensi struktural atau vaskulopati.
ALTERNATIF DAN TANTANGAN
Sistem CCS (Causative Classification System) dan ASCOD menilai probabilitas kausal (evident, probable, might) untuk tingkatkan akurasi dibandingkan TOAST (inter-rater κ 0.42-0.54). Proposal ISPS 2025 menggabungkan elemen TOAST/CCS untuk fenotipe presisi, termasuk kriptogenik meskipun evaluasi lengkap. Dalam praktik di Indonesia, PERDOSSI memprioritaskan TOAST untuk trombolisis rt-PA dalam onset 3-4.5 jam. Evaluasi lengkap (pencitraan vaskular 98%, echo jantung 92%) krusial tingkatkan akurasi subtipe hingga 70%.
B. TANDA DAN GEJALA
Penyakit stroke mempunyai gejala klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak baik lokal maupun menyeluruh atau global yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Stroke atau gangguan peredaran darah otak (GPDO) merupakan penyakit saraf yang sering dijumpai dan harus ditangani dengan cara cepat dan tepat.
Gejala yang mengarah pada diagnosa stroke antara lain hemiparise, gangguan sensori salah satu tubuh, hemianopia atau buta mendadak, diplopia, vertigo, afasia, disfagia, distria, ataksia, kejang atau penurunan kesadaran terjadi secara tiba-tiba.
Deteksi dini gejala awal stroke dengan mengingat slogan SeGeRa Ke RS yaitu:
1. Senyum tidak simetris
2. Gerakan sebagian anggota tubuh melemah tiba-tiba
3. Tiba-tiba tidak dapat berbicara
4. Kebas atau kesemutan sebagian tubuh
5. Rabun, pemandangan satu mata kabur menjadi tiba-tiba
6. Sakit kepala hebat muncul tiba-tiba.
Selain itu tanda dan gejala stroke adalah mati rasa tiba-tiba atau diawali dengan kram-kram, pusing atau sakit kepala berat tanpa penyebab, kejang, emosi berubah secara tiba-tiba, gangguan daya ingat, gangguan menelan, gangguan bicara, dan sering terjadi hipertensi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
