Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image satya ratri paramita

Mengapa Pendidikan Seksual di Sekolah Itu Penting?

Edukasi | 2025-12-18 21:22:54

Kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual merupakan kasus yang sering terjadi di Indonesia. Berdasarkan laporan data yang diperoleh dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, angka kasus tersebut terus meningkat di setiap tahunnya. Namun, di tengah maraknya kasus kekerasan seksual, penerapan pendidikan seksual di sekolah masih menjadi hal yang menuai pro dan kontra bagi para orang tua. Banyak orang tua yang khawatir jika hal tersebut diterapkan justru akan membuka jalan untuk melakukan perilaku menyimpang. Sebaliknya, jika pendidikan seks di sekolah diterapkan dengan cara yang tepat bisa menjadi tameng pertama perlindungan anak.

Pendidikan seksual adalah proses pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang seksualitas, kesehatan reproduksi, dan hubungan sosial. Tujuan dari pendidikan ini adalah membekali individu untuk mengambil keputusan yang tepat dan sehat, melindungi diri dari kekerasan seksual, mencergah kehamilan yang tidak diinginkan, dan mengurangi risiko penyakit menular seksual. Implementasi mengenai pendidikan seksual bisa diterapkan sejak dini dan disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Selain itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak seperti keluarga, sekolah, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung.

Menerapkan pendidikan seks di sekolah dapat melindungi anak dari informasi yang terlalu luas di sosial media. Bayangkan, jika tidak ada pendidikan seks di sekolah, anak-anak yang memasuki masa pubertas akan mencari tahu jawaban secara mandiri atas pertanyaan- pertanyaan yang muncul di otak mereka, baik bertanya dengan teman sebaya atau mencari di sosial media. Sedangkan, kita tahu bahwa sosial media bisa menjadi ruang bahaya bagi anak-anak apabila penggunaannya tidak dipantau dan disaring. Informasi yang dibaca atau didengar oleh anak tersebut bisa saja langsung diterima tanpa berpikir apakah informasi tersebut benar atau salah. Hal tersebut dapat memicu kesalahpahaman berpikir yang membahayakan terutama dalam konteks seks.

Selanjutnya, dengan adanya pendidikan seks di sekolah anak-anak dapat memahami batasan tubuh dan konsep batasan serta mengenali bentuk pelecehan. Anak-anak perlu diberikan pengetahuan agar mereka mengingat batasan yang perlu diperhatikan (Amir et al., 2022). Dari hal tersebut, anak akan menghindari melakukan perbuatan-perbuatan yang akan mengarah ke pelecehan sehingga kasus pelecehan tidak akan semakin meluas. Selain itu, pemahaman tentang seks akan membantu seseorang melindungi diri mereka sendiri dari kekerasan dan menumbuhkan sikap saling menghormati antarsesama. Pendidikan seks hadir untuk mencegah terjadinya hal-hal menyimpang yang tidak diinginkan bukan untuk mendorong perilaku yang menyimpang.

Oleh sebab itu, sebaiknya pendidikan seksual mulai diterapkan pada setiap proses pendidikan dengan edukasi yang tepat dan disesuaikan oleh tahap perkembangan anak. Pendidikan seksual akan hadir sebagai solusi untuk menurunkan angka kekerasan dan pelecehan seksual. Menurut saya pendidikan seks akan sangat dibutuhkan bagi setiap orang tua dan pendidik serta akan memberikan manfaat dalam persiapan masa pubertas anak terutama mengingat zaman akan selalu berkembang di era digital seperti saat ini.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image