Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Inggelang Cahaya Dhiyaa Ulhaq

Belajar Kedokteran Hewan di Era AI: Catatan Mahasiswa dari RSHP Unair

Iptek | 2025-12-16 12:05:55
Sumber: https://pin.it/1sSC4y63v

Pengamatan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga (RSHP Unair) membuat saya menyadari akan satu hal penting. Dunia kedokteran hewan saat ini sedang dan terus mengalami perubahan. Saya melihat bagaimana teknologi bukan sekadar pelengkap saja, tetapi sudah perlahan masuk menjadi bagian dari rutinitas sekarang. Teknologi, khususnya AI, hadir di berbagai ruang layanan, dari radiologi hingga administrasi. AI tidak datang sebagai konsep besar. AI hadir sebagai alat kerja yang membantu proses klinik berjalan lebih rapi dan terukur.

Di ruang radiologi dan USG RSHP Unair, dokter hewan menilai hasil X ray dan CT scan untuk mendeteksi fraktur, gangguan organ, hingga tumor berukuran kecil. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dan pastinya konsistensi. AI dapat membantu membaca citra medis dengan lebih cepat dan stabil. Penelitian Journal of Veterinary Science tahun 2023 mencatat penggunaan AI di radiologi veteriner mampu meningkatkan akurasi diagnosis sekitar 15 persen. Angka ini berarti peluang deteksi dini penyakit menjadi lebih besar, termasuk penyakit zoonosis yang berdampak pada manusia.

Manfaat AI juga terasa pada pengelolaan data pasien. Selama observasi, pencatatan medis masih banyak dilakukan secara manual dan tersebar di beberapa berkas. Kondisi ini menyulitkan penelusuran riwayat pasien. AI memungkinkan rekam medis dikelola secara cepat dan terstruktur. Waktu pelayanan menjadi lebih singkat dan risiko kesalahan pencatatan dapat ditekan. Dokter hewan juga lebih mudah melihat pola kasus berdasarkan data sebelumnya.

Teknologi ini juga membuka peluang telemedicine veteriner. Pemilik hewan dan peternak dapat melakukan konsultasi jarak jauh melalui pengiriman pesan, foto, atau video kondisi hewan. Dokter hewan melakukan penilaian awal untuk menentukan apakah kasus masih bisa ditangani dengan saran perawatan atau perlu dirujuk langsung ke rumah sakit. Pendekatan ini membantu mempercepat penanganan awal, terutama di wilayah yang akses layanan kesehatan hewannya masih terbatas.

Di ruang ICU dan ruang operasi RSHP Unair, dokter hewan sering menghadapi kondisi darurat dengan tekanan waktu tinggi. Sebagian waktu masih tersita untuk pencatatan dan administrasi. AI berpotensi mengotomatisasi proses tersebut sehingga dokter hewan dapat lebih fokus pada pasien. Alur pelayanan menjadi lebih tertata dan efisien, baik bagi tenaga medis maupun mahasiswa yang belajar di lapangan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa AI tidak menggantikan peran dokter hewan. AI adalah alat bantu yang memperkuat keputusan manusia. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga memiliki kesempatan belajar langsung di lingkungan yang terus beradaptasi dengan teknologi. Jika dimanfaatkan sejak masa kuliah, pengalaman ini akan membentuk dokter hewan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis:

Inggelang Cahaya Dhiyaa Ulhaq, Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran Hewan, Program Studi Kedokteran Hewan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image