Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fadiah Najlakayla

Gampang Panik? Kenali Kebiasaan Otak Membayangkan Skenario Terburuk!

Gaya Hidup | 2025-12-16 09:55:58

Dalam banyak keadaan, otak kita cenderung menganggap sesuatu yang belum jelas sebagai hal yang mungkin berbahaya. Hal-hal kecil seperti tugas belum selesai atau salah ucap saat ngobrol bisa langsung membuat otak kita memunculkan kemungkinan yang menakutkan. Padahal, kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pola pikiran seperti ini dalam psikologi dikenal sebagai kecenderungan membayangkan skenario terburuk atau yang disebut Catastrophizing.

Bagi sebagian orang, istilah Catastrophizing mungkin belum begitu familiar. Namun sebenarnya istilah ini sangat mudah dipahami. Istilah Catastrophizing merujuk pada kebiasaan seseorang menganggap suatu peristiwa kecil bisa berujung pada peristiwa yang besar dan buruk. Situasi yang sebenarnya masih biasa saja dapat terasa seperti awal dari masalah serius karena otak yang langsung melompat ke kemungkinan paling mengerikan.

Sebenarnya respon seperti ini adalah bagian dari mekanisme survival alami yang dimiliki manusia. Otak kita memang sudah dirancang untuk mendeteksi ancaman secepat mungkin agar kita bisa bertahan hidup. Tetapi, bukannya melindungi diri, kita justru sering terjebak dalam kekhawatiran berlebihan yang membuat situasi terasa lebih buruk.

Dilansir dari Pijar Psikologi, Catastrophizing dapat membuat seseorang cenderung menghidari berbagai situasi yang menurutnya akan berakhir dengan buruk. Kebiasaan ini juga bisa membuat seseorang berhenti melakukan aktivitas tertentu karena takut hasilnya tidak sesuai harapan. Seiring waktu, orang yang memiliki pola pikir catastrophizing bisa membatasi diri dari kesempatan baru dan pengalaman penting.

Banyak sekali penyebab yang bisa membuat seseorang mudah terjebak dalam catastrophizing, seperti ketidakjelasan informasi sering kali membuat otak mengisi kekosongan itu dengan kemungkinan terburuk. Selain itu kelelahan fisik maupun mental juga dapat menjadi penyebab dari catasthrophizing karena menurunnya kemampuan seseorang untuk berpikir dengan jernih.

Mengutip penjelasan dari medicalnewstoday.com, ada beberapa langkah yang dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan membayangkan skenario terburuk:

1. Mengenali saat pikiran mulai tidak masuk akal

2. Mencoba memikirkan kemungkinan lain yang lbih realistis

3. Memberi afirmasi positif pada diri sendiri bahwa kita bisa menghadapi apapun yang sedang atau akan terjadi

4. Merawat diri dengan baik, seperti istirahat yang cukup, olahraga, atau juga menulis jurnal.

Memahami bahwa kebiasaan membayangkan skenario terburuk sebenarnya bagian dari cara otak melindungi kita bisa membantu kita lebih tenang. Kita bisa belajar mengenali kapan pikiran mulai berlebihan dan mencoba melihat kemungkinan lain yang lebih realistis atau nyata.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image