Mata Berkabut? Jangan Dianggap Normal!
Gaya Hidup | 2025-12-07 15:20:07
Banyak orang berpikir mata buram dan penglihatan kabur adalah hal yang normal terjadi karena penuaan. Banyak yang hanya menerimanya, dan berpikir “Mau bagaimana lagi, kan memang sudah tua”. Salah satu anggapan ini mungkin menyebabkan seseorang terlambat menyadari jika ini berpotensi merupakan gejala penyakit katarak. Di usia lanjut, penyakit katarak ini merupakan masalah kesehatan yang cukup serius, mengingat katarak merupakan penyakit yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Namun, cukup disayangkan, hal ini seringkali masih dianggap sepele.
Katarak sendiri adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan optimal ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi buram seolah melihat melalui kaca berembun. Banyak orang tidak menyadari perubahan itu sampai penglihatan mereka terganggu parah karena prosesnya berlangsung lambat. Katarak berpotensi menyebabkan kebutaan dan gangguan penglihatan yang parah jika tidak diobati.
Gejala yang Sering Dianggap Biasa
Penglihatan buram bukan satu-satunya tanda katarak. Beberapa orang mengalami gejala seperti cahaya yang silau, penglihatan ganda, warna yang memudahkan, kesulitan penglihatan di malam hari, atau peningkatan sensitivitas cahaya. Namun, tanda-tanda ini sering kali dianggap sepele, dan hanya dianggap terjadi karena penuaan, sehingga pemeriksaan mata baru dilakukan ketika kondisinya sudah cukup berat.
Siapa yang beresiko?
Walaupun identik dengan penuaan, katarak tidak hanya menyerang kelompok lansia. Paparan sinar uv berlebih, kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi, dan gaya hidup yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko terkena katarak lebih cepat. Karena itu, orang-orang muda juga harus sadar dan mencegah katarak sejak dini.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Sebenarnya untuk melakukan pencegahan katarak dapat dimulai melalui kebiasaan sehari-hari. Seperti dengan mengurangi paparan sinar matahari secara langsung, menggunakan kacamata anti-UV, berhenti merokok, menghindari konsumsi gula berlebih, serta memakai-makanan yang yang tinggi vitamin. Selain Itu, melakukan pemeriksaan mata secara rutin, khususnya sejak usia 40 tahun, juga sangat dianjurkan agar gejala dini segera terdeteksi.
Edukasi Lapangan: Melihat langsung bagaimana pemahaman masyarakat umum terhadap penglihatan penderita katarak.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, kami melakukan penyuluhan kesehatan bertemakan “Mata Jernih Sepanjang Usia: Edukasi Komprehensif Pencegahan Katarak” bertempat di Perumahan Graha Bunder Regency, Gresik, pada 11 Oktober 2025. Penyuluhan tersebut kami lakukan dengan metode diskusi interaktif , demonstrasi bagaimana penglihatan orang yang terkena katarak, serta senam mata.Salah satu media edukasi yang menarik perhatian peserta adalah penggunaan kacamata simulasi katarak yang menampilkan perbedaan penglihatan normal dan penderita katarak.
Cara ini terbukti efektif membuat peserta lebih memahami kondisi gangguan penglihatan yang terjadi. Selain itu, tes pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan diberikan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta mengenai katarak dan pencegahannya.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan berlangsung.Penyuluhan kesehatan tidak hanya memberikan informasi, namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa katarak dapat dicegah dan dideteksi lebih awal. Peran edukasi sangat penting, terlebih di tengah masih tingginya persepsi bahwa katarak merupakan konsekuensi alamiah dari penuaan. Dengan informasi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah pemeriksaan secara rutin dan menjalankan perilaku hidup sehat sebagai bentuk pencegahan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
