Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Aditya Rizky Mustika Akbar

Museum Pendidikan Surabaya: Jendela Masa Lalu yang Menginspirasi Belajar Hari Ini

Edukasi | 2025-12-03 16:10:21

Surabaya bukan hanya dikenal sebagai kota pahlawan, tetapi juga kota yang menyimpan perjalanan panjang dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu tempat terbaik untuk meresapi perjalanan tersebut adalah Museum Pendidikan Surabaya, sebuah ruang edukasi publik yang kini semakin populer di kalangan pelajar, guru, hingga wisatawan umum.

Sumber: Jawapos.com

Museum yang berdiri di kawasan strategis ini menghadirkan berbagai koleksi unik, mulai dari alat peraga zaman kolonial, seragam sekolah dari masa ke masa, hingga dokumen-dokumen bersejarah yang menceritakan bagaimana pendidikan berkembang di negeri ini. Tidak hanya melihat benda-benda lama, pengunjung juga diajak memahami konteks sosial pendidikan pada setiap era melalui tampilan visual yang menarik.

Salah satu daya tarik museum ini adalah konsep ruangnya yang interaktif dan ramah keluarga. Banyak sudut yang bisa dijadikan spot foto, sehingga kunjungan tidak hanya informatif tetapi juga menyenangkan. Anak-anak pun dapat belajar dengan cara yang lebih hidup, tidak sekadar membaca dari buku pelajaran.

Kehadiran Museum Pendidikan Surabaya menjadi pengingat bahwa pendidikan selalu berkembang, namun nilai-nilai dasar seperti semangat belajar, kreativitas, dan karakter tetap relevan dari masa ke masa. Berkunjung ke museum ini bukan hanya perjalanan nostalgia, tetapi juga pengalaman reflektif tentang bagaimana kita membangun masa depan melalui pendidikan.

Penulis: Aditya Rizky Mustika Akbar seorang mahasiswa Universitas Airlangga.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image