Belangkas Makhluk Tuhan yang Paling Sempurna?
Historia | 2025-11-19 16:53:09Belangkas
Belangkas adalah hewan yang termasuk ke dalam filum arthropoda, filum besar yang didalamnya terdapat laba-laba, udang, lipan, kepiting, dan banyak lagi hewan di dalamnya. Belangkas memiliki bentuk yang unik, tubuhnya lebar pipih, dan memiliki ekor panjang seperti ikan pari, tapi belangkas bukanlah ikan, belangkas memiliki cangkang yang keras, dan memiliki banyak mata. Diketahui belangkas memiliki 10 mata, terdiri atas mata majemuk di bagian atas tubuhnya, di belakang mata majemuk masing masing terdapat mata lateral, kemudian ada sepasang mata median, dan yang terakhir satu mata endoparietal di bagian depan tubuhnya.
Tujuan Hewan Berevolusi, Mengapa Belangkas Tidak?
Biasanya hewan yang berevolusi memiliki tujuan utama untuk beradaptasi dan bertahan hidup. Entah karena sumber makanan ataupun karena kondisi lingkungan habitatnya. Contohnya seperti Pakicetus mamalia purba berkaki empat yang beradaptasi dengan kehidupan laut, karena di laut sumber makanan lebih mudah didapatkan. Seiring berjalannya waktu Pakicetus yang awalnya merupakan mamalia darat berkaki empat, kehilangan kaki belakangnya dan merubah struktur kaki depannya menjadi sebuah sirip, dan berubah menjadi mamalia laut yang kita kenal saat ini sebagai paus. Dari sini kita tahu bahwa proses evolusi melibatkan proses perubahan fisik yang signifikan. Namun seperti yang kita lihat fisik belangkas berbeda dari hewan hewan yang ada di zaman ini. Fisiknya cenderung terlihat sangat kuno.
Fosil belangkas yang ditemukan, yang diperkirakan sudah ada sejak masa Devon (200-400 juta) yang lalu pun tidak memiliki perbedaan bentuk dengan belangkas yang masih hidup di zaman sekarang. Belangkas juga digolongkan sebagai hewan omnivora dan scavenger, yang artinya belangkas adalah hewan pemakan segala dan hewan pemakan bangkai. Biasanya belangkas memakan invertebrata yang lunak atau algae yang bisa ditemukan di dasar. Dari sini kita juga tahu bahwa belangkas tidak memiliki masalah dalam menemukan makanannya.
Ada sebuah teori yang pernah mengatakan bahwa kehidupan di bumi bermula dari sel-sel kecil yang ada di dalam laut. Sel-sel ini kemudian membentuk suatu individu, kemudian beberapa individu memutuskan untuk keluar dari laut dan bertahan hidup di darat. Namun belangkas sepertinya memutuskan untuk tetap berada di laut. Belum banyak yang meneliti tentang ini, tapi sepertinya lingkungan dan kondisi laut mendukung kehidupan beberapa hewan. Selain belangkas, hewan laut yang diketahui tidak mengalami evolusi lainnya adalah ikan coelacanth, meskipun DNA dan fosil ikan coelacanth yang dulu tidak identik dengan ikan coelacanth yang sekarang.
Tidak Ada Yang Sempurna dan Tidak Ada Yang Selamanya Abadi
Namun sayangnya sekarang belangkas termasuk ke dalam hewan yang dilindungi berdasarkan SK Menteri kehutanan No.12/Kpts-II/1987 dan peraturan pemerintah RI No.7/1999. Belangkas memiliki resiko kepunahan yang tinggi karena, hilangnya habitatnya, reklamasi, pencemaran laut, dan perburuan. Belangkas diburu karena diketahui memiliki darah biru, darah ini mengandung hemosianin. Hemosianin ini yang dimanfaatkan manusia untuk mendeteksi adanya bakteri di tahun 1956. Selain itu belangkas juga bisa dihidangkan dan dimakan layaknya makanan laut biasa, jadi banyak masyarakat yang memakan atau penasaran dengan rasa dari belangkas ini.
Meskipun belangkas dijuluki sebagai makhluk tuhan yang paling sempurna, belangkas tetap mengalami evolusi walaupun sedikit dan tidak terlihat oleh mata manusia, dan sedikit demi sedikit jumlah belangkas di dunia kian menipis karena ulah manusia sendiri. Manusia dengan keegoisannya mencemari alam, padahal manusia sendiri yang mengambil manfaat dan membutuhkan alam.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
