Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Jessica Evangeli Susilo

Penurunan Moral dalam Dunia Kesehatan: Sudah Tak Berhargakah Nyawa Manusia?

Info Sehat | 2025-11-19 14:16:16
Sumber: Forbes
Sumber: Forbes

Kepercayaan adalah fondasi dalam dunia kesehatan. Pasien menyerahkan tubuh, bahkan nyawanya kepada tenaga kesehatan dengan harapan bahwa setiap tindakan dilakukan secara profesional, etis, serta bertanggung jawab. Ketika moral profesi menurun, pelanggaran yang terjadi berdampak besar terhadap keselamatan publik, tidak hanya pada satu individu. Munculnya praktik oleh non-tenaga medis, penyalahgunaan wewenang, dan kualitas pelayanan kesehatan yang buruk adalah masalah struktural yang serius dan masih menjadi tantangan dalam tercapainya sistem pelayanan kesehatan yang baik di Indonesia.

Salah satu masalah utama yang sering dihadapi adalah maraknya praktik kesehatan oleh individu yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan sah. Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan adanya temuan 51 kasus malpraktik di Indonesia sepanjang 2023 hingga pertengahan 2025. Bahkan data ini belum mencakup semua kasus karena tingkat pelaporan insiden yang masih rendah. Sebagian besar kasus yang diterima berdampak serius, yaitu kematian pada pasien. Kasus-kasus lain juga menyatakan adanya kesalahan prosedur medis, kecacatan maupun luka berat, juga infeksi atau komplikasi. Praktik yang dilakukan oleh oknum-oknum ini meningkatkan risiko malpraktik secara drastis karena tindakan medis dilakukan tanpa dasar ilmiah dan kompetensi yang sesuai, standar keselamatan, dan prosedur operasional yang sudah ditentukan.

Di Indonesia, persoalan ini diperburuk oleh lemahnya pengawasan perizinan dan verifikasi tenaga kesehatan. Tenaga medis harus memiliki Surat Tanda Registrasi dan Surat Izin Praktik sebelum memulai praktik. Namun, sistem registrasi ini nyatanya tidak selalu efektif. Masih ada celah bagi oknum untuk membuka praktik secara ilegal. Prosedur yang biasanya dilakukan meliputi suntik, tindakan estetika, dan bedah kecil. Sistem kesehatan kita masih gagal mencegah para oknum tersebut berinteraksi dengan pasien. Tenaga medis yang sudah memikili izin untuk melakukan prosedur pun tidak luput dari malpraktik karena kelalaian pribadi ataupun melakukan prosedur di luar kompetensi.

Penyalahgunaan wewenang oleh tenaga medis asli merupakan masalah lainnya. Dalam beberapa kasus, prosedur dilakukan tanpa indikasi medis yang jelas, tanpa persetujuan yang memadai, atau tanpa penjelasan risiko kepada pasien. Seringkali, motivasi utama yang mendorong perbuatan ini adalah ekonomi. Pelayanan dapat berubah orientasi dari fokus pada pasien menjadi fokus pada keuntungan. Dorongan ini pun tidak luput dari situasi sistem pembiayaan tenaga kesehatan yang kompleks, atau bahkan tidak layak. Praktik overtreatment dan tindakan di luar kompetensi melanggar etika sekaligus mengancam keselamatan.

Kemudian, tingkat literasi kesehatan pada masyarakat masih rendah. Banyak pasien yang tidak bisa membedakan tenaga medis dan non-tenaga medis dan tidak tahu cara memverifikasi izin praktik. Mereka juga tergiur dengan janji kesembuhan instan dengan biaya murah. Masyarakat cenderung mengambil pilihan apapun yang tersedia dalam situasi di mana akses ke layanan kesehatan berkualitas masih belum terjangkau. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tindakan tidak manusiawi.

Seluruh masalah ini memiliki dampak yang luas. Efek yang paling nyata adalah cedera, komplikasi, kecacatan, dan bahkan kematian pasien karena prosedur yang tidak sesuai atau tidak tepat. Selain itu, pasien mungkin mengalami trauma secara emosional dan memiliki kecemasan berkepanjangan terhadap layanan kesehatan. Konsekuensi tidak langsungnya meliputi peningkatan biaya pengobatan lanjutan yang menyebabkan pembengkakkan pada pengeluaran sistem kesehatan, juga penurunan efektivitas program kesehatan publik secara keseluruhan.

Penurunan moral dalam bidang kesehatan merusak kepercayaan publik. Relasi akan rusak ketika masyarakat tidak lagi percaya bahwa tenaga kesehatan bekerja demi memperhatikan kepentingan pasien sebagai yang utama. Pasien pun akan bersikap defensif, menolak diagnosis, atau bahkan menunda pengobatan yang sebenarnya diperlukan. Dalam jangka panjang, situasi ini akan merusak dasar sistem pelayanan dan mengurangi pengakuan profesi kesehatan.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penurunan moral di dunia kesehatan bukanlah masalah individu yang tidak etis semata. Ini adalah akibat dari sistem kesehatan yang tidak mampu melindungi pasien, menegakkan standar operasional, dan memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi dasar pelayanan. Jika tidak ada perbaikan pada sistem, dunia kesehatan berisiko menyimpang dari tujuan utamanya, yaitu menjaga kehidupan dan martabat manusia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image