Bahaya Akumulasi Logam Berat pada Ikan Sapu-Sapu Bagi Kesehatan Manusia
Info Sehat | 2026-05-08 18:45:41Peningkatan jumlah populasi ikan sapu-sapu alias Hypostomus plecostomus di kawasan sungai-sungai dari Citarum hingga Brantas menimbulkan beragam reaksi dari berbagai pihak. Pemerintah melakukan berbagai upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu di berbagai daerah. Ikan sapu-sapu bersifat invasif sehingga dapat mengancam populasi ikan jenis lain. Ikan sapu-sapu yang tertangkap selanjutnya akan dikubur. Namun, dilaporkan ada beberapa pihak yang ingin memanfaatkan daging ikan sapu-sapu ini untuk dijadikan olahan siomay.
Ikan sapu-sapu memang umum dikonsumsi oleh beberapa negara seperti Peru, Brasil, dan Ekuador. Namun, berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa kandungan beberapa logam dalam daging ikan sapu-sapu melebihi batas yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini bisa terjadi karena perilaku ikan sapu-sapu yang cenderung mampu bertahan hidup di perairan yang tercemar limbah dengan kadar oksigen yang rendah sekaligus. Ditambah lagi, ikan sapu-sapu memiliki mekanisme protein yang mengikat logam berat, sehingga logam tersebut tidak terbuang melalui sistem sekresi, melainkan tersimpan di dalam tubuh ikan.
Daging ikan sapu-sapu yang mengandung limbah logam, apabila dikonsumsi oleh manusia, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tubuh manusia yang mempunyai kemempuan terbatas untuk merespons kandungan logam berbahaya, sehingga logam tidak mengalami degradasi metabolisme tubuh. Logam berat ditemukan dalam daging, insang, tulang, hati, serta organ lain ikan sapu-sapu. Penelitian membuktikan bahwa beberapa logam berat terdapat dalam tubuh ikan sapu-sapu, di antaranya arsen (As), timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Paparan arsen menyebabkan kanker karena sifatnya yang karsinogenik, masalah neurologis, masalah pada paru-paru, hipertensi, dan masalah kardiovaskular. Timbal juga memiliki dampak pada kesehatan manusia seperti hipertensi, disfungsi ginjal, dan vertigo. Kadmium dapat menyebabkan masalah pada ginjal apabila terakumulasi dalam konsentrasi yang tinggi, osteoporosis, iritasi lambung, muntah, diare, dan masalah pada pernapasan.
Berdasarkan pembahasan tersebut, ikan sapu-sapu yang hidup di lingkungan tercemar dapat menyebabkan masalah kesehatan apabila dikonsumsi. Hal tersebut dikarenakan lingkungan tercemar memiliki potensi mengandung logam berbahaya seperti arsen, timbal, dan kadmium yang dapat terakumulasi dalam tubuh ikan sapu-sapu. Oleh karena itu, diperlukan penelitian terkait dengan pemanfaatan ikan sapu-sapu agar tidak menyebabkan risiko kesehatan pada masyarakat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
