Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ara Zahwa

Respons Otak Ketika Seseorang Mengalami Rasa Takut

Eduaksi | 2025-10-22 16:11:35
Orang yang sedang ketakutan

Rasa takut adalah respons emosional terhadap ancamanyang nyata atau yang dirasakan, kecemasan mengacu pada antisipasi ancaman di masa depan. Meskipun rasa takut lebihsering di kaitkan dengan lonjakan gairah otonom yang, diperlukan untuk melawan atau lari, pikiran tentang bahayalangsung, dan perilaku melarikan diri, kecemasan lebihdikaitkan dengan ketegangan otot dan kewaspadaan dalampersiapan untuk bahaya di masa depan dan perilakupenghindaran yang hati-hati. Otak merespons stimulus baruyang intens dengan aktivitas saraf sementara yang ditingkatkan. Respons cepat ini, disebut sebagai kejutan, dianggap memainkan fungsi penting dalam meningkatkankelangsungan hidup. Namun, paparan terhadap stimulus sensorik identik dalam jumlah yang lebih tinggi menghasilkanpelemahan aktivitas saraf dalam jaringan yang merespons, sebuah fenomena yang dikenal sebagai penekananpengulangan.

Otak merupakan suatu alat tubuh yang sangat pentingkarena merupakan pusat komputer dari semua alat yang ada di tubuh yang mengatur semua kegiatan dan aktivitas tubuh. Otak merupakan bagian dari saraf sentral yang terletak di dalam rongga tengkorak (kranium) yang dibungkus oleh selaput otak yang kuat. Otak sebagai saraf pusat yang berfungsi mengendalikan atau mengkoordinasi segala aktifitasmanusia. Otak manusia juga berfungsi sebagai memori. Memori merupakan daya jiwa untuk menerima, menyimpandan mengingat kembali informasi. Otak manusia memilikivolume sekitar 1.350 cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf pada laki-laki dan 1kg pada perempuan.

Otak terbentuk dari dua jenis sel, glia dan neuron, sedangkan neuron akan membawa informasi. Otak mengaturdan mengkoordinasi sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanandarah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otakmanusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruhbadan, perilaku dan psikologis manusia. Oleh karena ituterdapat kaitan erat antara otak dan psikologis manusia. Selain itu, otak juga bertanggung jawab atas fungsi sepertipengenalan emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan pembelajaran lainnya. Saat otak mulai menua akan terjadipenurunan fungsi otak yang berisiko terjadi penurunan fungsikognitif.

Kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuanindividu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Fungsinyaadalah proses mental yang memungkinkan untukmemperoleh, memproses, menyimpan, dan menggunakan, informasi untuk berpikir, belajar, mengingat, dan berinteraksidengan dunia. Amigdala adalah struktur otak yang terletak di lobus temporal, berperan sebagai pusat emosi dan ingatan.

Hipotalamus adalah bagian otak yang terletak di dasarotak dan berfungsi sebagai penghubung antara sistem sarafdan sistem endokrin. Korteks prefrontal adalah bagian dariotak yang terletak di bagian depan lobus frontal dan berfungsimengatur fungsi eksekutif seperti pencernaan, pengambilankeputusan, dan pengendalian impuls. Hipokampus adalahbagian otak yang berperan penting dalam pembelajaran dan memori, terletak di bagian medial lobus temporal di dalamsistem limbik.

Rasa takut merupakan amalan hati yang mampumengendalikan seseorang dalam mengambil langkah yang diperlukan untuk menghindari suatu bahaya. Kadar rasa taktutyang dimiliki seseorang itu berbeda-beda, jika rasa takut itutidak dikelola dengan baik maka akan menjerumuskanpemiliknya ke dalam suatu bencana. Namun tak jarang darimasyarakat yang salah menempatkan rasa takut dikarenakankurangnya pemahaman, dan pengetahuan, jika rasa takut itudapat dikelola dengan baik, maka pemiliknya akan dapatmerasakan begitu banyak manfaat dari rasa takut tersebut, diantaranya mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Rasa takut ditimbulkan oleh adanya ancaman, sehinggaseseorang akan menghindar diri dan sebagainya. Pada dirimanusia pasti ada rasa takut. Rasa takut adalah rasa yang wajar dan diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Adanya rasa takut tersebut membuat kita berpikir dan melakukan tindakan yang dibutuhkan untuk mengantisipasihal yang tidak diinginkan, sehingga adanya rasa takut tersebutmenjadikan kita aman, terhindar dari bahaya. Ini adalahproses yang wajar. Menjadi tidak wajar Ketika rasa takuttersebut terjadi secara berlebihan dan menjadi tidak rasional, yang disebut fobia. Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada suatu hal atau fenomena. Fenomena ini harusditangani dengan baik karena bisa menjadi salah satupenghambat kesuksesan seseorang. Pada era zaman sekarangbanyak sekali ditemukan fenomena ketakutan yang dialamimasyarakat, terlebih seorang individu dengan problem yang berbeda.

Rasa takut bicara di depan umum, kalau anda merasaresah saat harus berbicara di depan umum, anda tidak perlulagi menanggung stress saat tiba waktunya berdiri di depanhadirin. Merasa nyaman saat menjadi pembicaramembutuhkan pemahaman bahwa itu bukanlah tentang anda, melainkan tentang hadirin. Saat anda berfokus pada pesanyang perlu didengar hadirin, bagaimana pesan itu diterimaoleh hadirin dan menyampaikannya dari hati, rasa takut bicaradi depan umum pun akan sirna.

Rasa takut pada pencabutan gigi anak usia 8-11 tahun, salah satu perawatan gigi yang paling di takuti oleh anak-anakadalah pencabutan gigi. Untuk mengatasi hal itu makasebelum dilakukan pencabutan gigi, anak harus sudahdipersiapkan mentalnya. Pikiran negatif anak terhadapperawatan gigi dapat menimbulkan rasa takut yang dapatmenyebabkan anak menolak perawatan gigi. Timbulnya rasa takut pada anak dapat merupakan hasil proses pikiran anakmengenai perawatan gigi melalui mendengar cerita, sehinggarasa takut ini sering menyebabkan anak-anak menolakperawatan gigi. Dunia kesehatan semakin mengutamakanadanya komunikasi dalam metode penyembuhan yang dapatmenunjang kesembuhan para pasien.Rasa takut berasal dariproses biologis di otak yang berfungsi melindungi diri daribahaya, rasa takut juga dapat muncul dari pengalaman hidupdan proses belajar, bukan hanya karena bahaya nyata. Lingkungan sekitar juga berpengaruh besar terhadapmunculnya rasa takut. Cara orang memaknai sesuatu juga mempengaruhi munculnya rasa takut.

Rasa takut, yang dapat diekspresikan secara alami atau setelah pengkondisian, Ketika bahaya atau stimulus yang memprediksi bahaya langsung dirasakan. Perannya adalahmempersiapkan tubuh untuk menghadapi bahaya ini. Namun, disfungsi dalam pemrosesan rasa takut dapat menyebabkangangguan kejiwaan di mana rasa takut lebih besar daripadabahaya atau kemungkinan bahaya. Meskipun diakui sangat melemahkan, rasa takut normal patologis masih belum cukupditangani, yang menunjukkan pentingnya penelitian tentangpemrosesan rasa takut. Mekanisme rasa takut bawaan dan dandipelajari, terutama yang melibatkan amigdala, dipertimbangkan. Mekanisme rasa takut ini juga dibedakandalam fobia spesifik, yang memang dapat bersifat non-eksperiensial (melibatkan mekanisme bawaan, independen-pembelajaran) atau eksperiensial (melibatkan mekanismeyang bergantung pada pembelajaran). Pembiasaan yang buruk dan pemunahan yang buruk disajikan sebagaimekanisme disfungsional yang berkontribusi terhadappersistensi fobia non-eksperiensial dan eksperiensial, masing-masing.

Rasa takut merupakan respons alami yang muncul ketikaseseorang menghadapi ancaman, baik yang nyata maupunyang dibayangkan . Respons ini diatur oleh sistem saraf pusat, terutama oleh bagian otak seperti amigdala, hipotalamus, korteks prefrontal, dan hipokampus, yang berperan dalampengenalan bahaya, pengendalian emosi, serta pengambilankeputusan. Rasa takut memiliki fungsi penting dalam menjagakelangsungan hidup karena mendorong individu untukmenghindari bahaya dan mengambil tindakan perlindungandiri. Namun, ketika rasa takut tidak dikelola dengan baik, halini dapat berkembang menjadi ketakutan berlebihan ataufobia, yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, memahamimekanisme otak dalam menanggapi rasa takut sangat pentingagar individu dapat mengelola emosi secara sehat, memanfaatkan rasa takut sebagai alat kewaspadaan, dan mencegahnya berkembang menjadi gangguan psikologis yang merugikan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image