Jazz Prambanan Festival 2025 Bertabur Artis
Event | 2025-07-07 07:52:48
Yogyakarta- Prambanan Jazz Festival (PJF) merupakan acara musik internasional tahunan yang diadakan di Pelataran Candi Prambanan, Jl. Raya Solo - Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571. Acara ini berlangsung dari hari Jum'at, 4 Juli sampai hari Minggu, 6 Juli 2025.Hari pertama Prambanan Jazz Festival 2025 dibuka dengan suasana meriah. Melalui dua stage yang dipenuhi line up musisi menarik dari berbagai genre, berhasil memuaskan ribuan penonton. Malam pembuka ini menjadi pengalaman festival musik tak terlupakan.
Stage BRImo ditutup dengan penampilan istimewa dari eaJ —International Artist, yang berhasil memukau penonton dengan performa penuh energi. Suasana semakin meriah ketika adanya bola-bola besar yang dilemparkan ke arah audiens untuk dimainkan bersama. Bola-bola yangdilemparkan ke arah penonton berwarna merah, putih, dan hitam, warna bendera Palestina.Tak hanya menghibur dari atas panggung, eaJ juga turun menghampiri penonton dan berinteraksi langsung.
Tak cukup dari stage BRImo, pada stage QLola ditutup dengan penampilan Java Jive –grup legendaris indonesia. Penampilan penuh nostalgia berhasil menyatukan ribuan penonton dari berbagai generasi.
Selain suguhan musik yang memukau, para penonton juga mengungkapkan kepuasan merekaatas fasilitas yang disediakan Prambanan Jazz Festival pada edisi Sebelas Selaras ini. Kamar mandi yang bersih dan wangi, ketersediaan dua mushola yang memudahkan pengunjung untuk beribadah, serta perhatian khusus pada akses bagi penyandang disabilitas menjadi nilai lebihyang menambah kenyamanan selama festival berlangsung.Kualitas produksi festival ini diakui dengan tata suara yang prima dan set up panggung megah berpadu dengan keindahan latar Candi Prambanan. Semua berpadu memberikan audio visual terbaik bagi seluruh penonton.
“Kami berterima kasih atas antusiasme penonton di hari pertama ini. Setiap tahun kami berusaha meningkatkan kualitas festival, tidak hanya dari line up musisi, tetapi juga fasilitas dan kenyamanan penonton,” ujar Anas Syahrul Alimi, Founder Prambanan Jazz Festival.
Hari pertama ini menandai dimulainya rangkaian Prambanan Jazz Festival 2025 bertema Sebelas Selaras, yang mengusung harmoni antara musik, budaya, dan keindahan warisan dunia Candi Prambanan.
Hari kedua Prambanan Jazz Festival kembali menggelegar. Meskipun sempat diguyur gerimis sejak sore, ribuan penonton tetap bertahan menikmati penampilan para musisi favorit mereka. Suasana festival tetap hangat dan ramai, menegaskan antusiasme tinggi para penikmat musik untuk merayakan festival di Candi Prambanan.
Hari kedua festival ini menjadi hari yang paling banyak menampilkan kolaborasi di ataspanggung. Kolaborasi spesial seperti Raisa & Bernadya berhasil memukau penonton dengan harmoni vokal mereka yang terdengar halus di telinga.
Kolaborasi lainnya juga dihadirkan, seperti Letto & Kiai Kanjeng. Aransemen musik yang kayadan syahdu, memperkuat harmoni musik dan budaya pada Prambanan Jazz Festival Sebelas Selaras. Penampilan mereka berhasil menciptakan suasana khidmat sekaligus hangat di tengah ribuan penonton yang hadir.
Stage BRImo ditutup dengan penampilan penuh energi dari eaJ. Di akhir penampilannya, musisi internasional ini menyampaikan pernyataan dukungan untuk Palestina yang disambut tepuk tangan meriah dan sorakan solidaritas dari penonton. Konsisten dalam menyuarakan dukungannya, eaJ juga menggunakan aksesoris berbentuk semangka —representasi ”Free Palestine”.
Fasilitas festival kembali mendapat apresiasi positif, dengan kebersihan area, mushola yangmemadai, dan akses disabilitas yang tetap terjaga. Hari kedua juga menghadirkan tata suaradan set up panggung yang semakin maksimal, memberikan pengalaman audio visual yanglebih megah dibanding hari pertama.
Festival akan berlanjut pada hari terakhir esok dengan deretan penampilan musisi ternama lainnya, melanjutkan semangat menyatukan musik dan warisan budaya Indonesia.
Hari ketiga sekaligus hari terakhir BRImo QLola Prambanan Jazz: Sebelas Selaras dirayakan dengan penampilan istimewa dari Saxophonist legendaris dunia —Kenny G. Lantunan khas dari saksofon yang mengalun megah menghantarkan penonton merasakan kemagisan pelataran Candi Prambanan. Kenny G juga memberikan kejutan kepada para penonton dengan muncul di panggung kecil yang berada di tengah-tengah area penonton Super Festival. Momen spesial ini sekaligus menandai 10 tahun sejak Kenny G terakhir kali hadir di Yogyakarta. Atmosfer festival Prambanan Jazz pada edisi Sebelas Selaras ini semakin meriah dengan kehadiran bola-bola ikonik yang dilemparkan ke area penonton selama tiga hari festival. Bola-bola kembali hari ini mewarnai penampilan para performers, seperti Gigi di BRImo Stage, serta pada penampilan Shaggy Dog, Reality Club, dan Maliq & D’Essentials di QLola Stage.Keseruan ini menambah interaksi menarik antara penonton dan artis.
Selain menikmati pertunjukan musik kelas dunia, pengunjung juga memadati Area Bocah yang menghadirkan berbagai kelas edukasi kreatif untuk anak-anak. Mulai dari kreasi-kreasi kerajinan tangan hingga aktivitas motorik, area ini dirancang untuk memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus menstimulasi tumbuh kembang mereka.
Menjelang penampilan final, terdapat momen unik di BRImo Stage. Prambanan Jazzmenghadirkan “the magical moment” ketika seluruh kerabat kerja yang terlibat dihadirkan ke atas panggung untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak serta seluruh penonton yang telah mendukung dan memeriahkan edisi Sebelas Selaras ini. Momen penuh kehangatan dan kebersamaan ini merupakan representasi dari bentuk apresiasi suksesnya festival tahun ini.“Pengunjung Prambanan Jazz didominasi dari luar kota. Terlebih di tengah-tengah ekonomi Indonesia yang cukup mendapat tantangan beberapa waktu terakhir, Prambanan Jazz dapat memberikan dampak yang signifikan pada perputaran roda ekonomi daerah.
Prambanan Jazz 2025: Sebelas Selaras menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor dan rekan-rekan media yang turut memeriahkan dan membantu menyebarkan pesan harapan besar festival ini sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia ke dunia.
Tema “Sebelas Selaras”, Prambanan Jazz Festival 2025 selama tiga hari berhasil menghadirkan pengalaman musik yang berpadu dengan keindahan warisan budaya dunia. Sepertinya dengan reputasinya di 2025 ini, Prambanan Jazz 2026 pada 3, 4, dan 5 Juli 2026 layak ditunggu.(Her)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
