Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ismail Hasan

Mengapa Anak Muda Harus Melek Kewarganegaraan?

Pendidikan | 2025-07-01 23:41:35
Generasi Muda

Kenapa Ini Penting?


Anak muda adalah tulang punggung masa depan bangsa. Di tengah arus digital, intoleransi, dan ketidakpastian global, kesadaran kewarganegaraan menjadi fondasi penting agar mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga aktif membawa perubahan positif di masyarakat.

Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami mengapa anak muda harus mulai melek kewarganegaraan. Maka, apa saja alasan utama yang membuat kesadaran kewarganegaraan menjadi sangat penting bagi generasi muda? Mari kita simak.

1. Mencegah Terjebak dalam Polarisasi dan Hoax

Anak muda adalah pengguna internet terbesar. Menurut Kominfo, lebih dari 70% pengguna internet di Indonesia adalah kelompok usia 15–39 tahun. Sayangnya, mereka juga paling rentan terpapar hoaks politik dan ujaran kebencian.

Dengan melek kewarganegaraan, anak muda bisa berpikir kritis, membedakan mana opini sehat dan mana yang menyesatkan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu SARA atau politik identitas.

2. Menumbuhkan Toleransi dalam Keberagaman

Indonesia terdiri dari lebih dari 1.300 suku bangsa dan 700+ bahasa daerah. Keberagaman ini bisa menjadi kekuatan atau justru sumber konflik jika tidak dipahami dan dikelola.

Kewarganegaraan yang sehat mengajarkan bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekayaan bangsa. Anak muda yang paham ini akan jadi jembatan antar budaya, bukan tembok pemisah.

3. Meningkatkan Partisipasi Politik Sehat

Dalam Pemilu 2024, lebih dari 56% pemilih adalah anak muda (Gen Z dan milenial). Tapi ironisnya, banyak yang golput atau ikut-ikutan tanpa memahami isu.

Melek kewarganegaraan berarti memilih dengan sadar, ikut mengawasi, bahkan terlibat aktif dalam komunitas atau forum publik. Demokrasi sehat hanya bisa terwujud kalau warganya melek hak dan tanggung jawab politik.

4. Memahami Hak dan Kewajiban Sebagai Warga

Banyak anak muda menuntut hak, tapi belum tentu sadar akan kewajibannya. Misalnya soal membayar pajak, taat hukum, atau menjaga ketertiban sosial.

Melek kewarganegaraan membantu generasi muda menyadari bahwa hak dan kewajiban adalah dua sisi mata uang. Tak bisa menuntut satu tanpa menjalankan yang lain.

5. Menjadi Warga Negara Global yang Kritis dan Peduli

Kita hidup di era global. Isu seperti lingkungan, HAM, dan keadilan sosial tak lagi terbatas pada batas negara.

Anak muda yang melek kewarganegaraan akan menjadi warga global yang punya kepekaan sosial tinggi, bukan hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka sadar bahwa aksi lokal berdampak pada skala dunia.

Kesimpulan

Anak muda adalah harapan bangsa, tapi harapan saja tidak cukup. Mereka perlu dibekali kesadaran kewarganegaraan agar bisa menjadi agen perubahan yang berkarakter, toleran, dan bertanggung jawab.

Saatnya kita tidak hanya jadi “anak muda keren” di media sosial, tapi juga jadi anak muda yang paham hak dan kewajiban, serta siap berkontribusi untuk negeri.

Kutipan

"Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang bisa kamu berikan untuk negaramu." - John F. Kennedy

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image