Realita Anak Muda: Antara Mimpi Besar dan Dunia yang Ngga Selalu Ramah
Curhat | 2025-12-21 18:28:12
Anak muda hari ini hidup di dunia yang serba cepat. Bangun tidur buka HP, sebelum tidur masih scroll media sosial. Di layar kecil itu, kita disuguhin pencapaian orang lain: ada yang lulus cepat, punya bisnis, kerja di perusahaan besar, bahkan ada yang sudah keliling dunia. Tanpa sadar, kita sering membandingkan hidup sendiri dan merasa tertinggal, padahal tiap orang punya garis waktu yang beda-beda.
Di balik semua itu, realitanya banyak anak muda yang masih berjuang cari arah. Lulus sekolah atau kuliah bukan berarti langsung paham mau ke mana. Ada yang kerja cuma buat bertahan hidup, ada yang banting setir dari jurusan kuliah, dan ada juga yang masih mencoba berbagai hal sambil dihantui pertanyaan klasik: “Gue sebenarnya mau jadi apa?” Kebingungan ini wajar, tapi sering dianggap sebagai kegagalan.
Tekanan juga datang dari ekspektasi sekitar. Orang tua pengin kita cepat sukses, lingkungan menuntut kita “mapan” di usia muda, sementara kondisi ekonomi nggak selalu ramah. Lapangan kerja sempit, persaingan ketat, dan biaya hidup makin naik. Di titik ini, banyak anak muda yang terlihat kuat di luar, tapi capek banget di dalam.
Belum lagi soal kesehatan mental yang sekarang mulai berani dibicarakan. Burnout, overthinking, dan rasa cemas jadi teman sehari-hari. Sayangnya, masih ada yang nganggep ini cuma kurang bersyukur atau kurang ibadah. Padahal, anak muda juga manusia yang bisa lelah, butuh istirahat, dan perlu dimengerti tanpa dihakimi.
Meski begitu, anak muda bukan generasi lemah. Justru dari keterbatasan ini lahir kreativitas. Banyak yang membangun usaha kecil, berkarya lewat konten, berani bersuara soal isu sosial, dan saling dukung satu sama lain. Anak muda hari ini mungkin nggak sempurna, tapi punya daya juang yang besar dan keberanian untuk jadi diri sendiri.
Pada akhirnya, realita anak muda memang nggak selalu indah, tapi penuh proses. Nggak apa-apa kalau sekarang masih pelan, masih jatuh-bangun, atau masih nyari jalan. Hidup bukan lomba cepat-cepatan. Selama terus bergerak dan belajar, anak muda tetap punya harapan—dan masa depan masih bisa dibentuk.
Realita anak muda menunjukkan bahwa memiliki mimpi besar saja tidak selalu cukup untuk mencapai kesuksesan. Dunia yang dihadapi sering kali penuh tekanan, persaingan, dan tuntutan yang tidak ringan. Namun, semua proses tersebut merupakan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk karakter, ketahanan mental, dan kedewasaan anak muda.
Meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mulus, anak muda tetap memiliki potensi besar untuk berkembang dan beradaptasi. Dengan saling mendukung, berani mencoba, serta menjaga kesehatan mental, anak muda dapat terus melangkah tanpa kehilangan jati diri. Pada akhirnya, mimpi besar tetap layak diperjuangkan, meski harus berjalan pelan di dunia yang tidak selalu ramah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
