Diam-Diam Bumi Menangis: Mengapa Kita Harus Peduli Sebelum Terlambat
Info Terkini | 2025-06-24 20:47:24Bayangkan jika suatu pagi kamu bangun, membuka jendela, dan tak lagi melihat langit biru. Yang tersisa hanya asap, suara bising mesin, dan udara yang membuat sesak dada. Sayangnya, ini bukan adegan film distopia—ini adalah kenyataan yang perlahan menghampiri jika kita terus menutup mata terhadap kerusakan lingkungan.
Hari ini, bumi memang belum berteriak. Tapi ia terus memberi tanda: suhu meningkat, es di kutub mencair, kebakaran hutan terjadi tiap tahun, dan banjir datang tak kenal musim. Ironisnya, semua ini terjadi bukan karena bumi sedang marah, tapi karena manusia lupa cara bersyukur.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
