H. Oemar Bakry: Tokoh Konstituante Berdarah Minangkabau
Sejarah | 2025-04-24 20:34:53
H. Oemar Bakry: Tokoh Konstituante Berdarah Minangkabau
H. Oemar Bakry, merupakan tokoh pendidik yang berdarah Minangkabau. Oemar Bakry memiliki nama lengkap Oemar Bakry Datuk Tan Besar. Lahir pada 26 Juli 1916 di desa Kacang, Danau Singkarak, Sumatera Barat. Background pendidikan Oemar Bakry dimulai dari pendidikan dasar yang bersekolah di sekolah Sambungan Singkarak. Setamatnya, Oemar melanjutkan pendidikan dengan masuk di sekolah Diniyah Putra Padang Panjang yang tamat pada tahun 1931, dan sekolah Sumatera Tawalib yang tamat pada tahun 1932. Kemudian Oemar melanjutkan pendidikannya di Kuliyatul Mu’alimin Islamiyah Padang, tamat pada tahun 1936. Pendidikan terakhir Oemar adalah masuk Fakultas Sastra Universitas Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya, namun tidak sampai selesai.
Dalam riwayat hidupnya, Oemar Bakry berkonstribusi dalam bidang pendidikan. Oemar menjadi pengajar di sekolah Tawalib Padang, yang merupakan tempat pendidikannya. Dalam bidang pendidikan yang ia cemplungi, Oemar pernah menjadi direktur sekolah Guru Muhammadiyah Padang Sidempuan. Yang kemudian dalam bidangnya, ia mendirikan usaha penerbitan yang dimaksudkan untuk mendukung pendidikan. Penerbitan dan percetakan yang didirikan oleh Oemar adalah di Jakarta pada tahun 1951, dan di Bandung pada tahun 1966. Percetakan di Jakarta diberi nama Mutiara, dan Angkasa yang terletak di Bandung.
Selain berkiprah pada bidang pendidikan menjadi pengajar atau guru, Oemar juga merupakan seorang anggota aktif di organisasi dan bidang politik. Setelah kemerdekaan Indonesia, Oemar menjadi anggota konstituante dari Persatuan Tarbiyah Islamiah. Pada tahun 1948, Oemar menjadi anggota Perti sekaligus penasehat Markas Besar Lasjkar Muslimin Indonesia (Lasjmi), terhitung dari 5 Januari 1948-19 Desember 1949. Lasjmi merupakan sayap militer Persatuan Tarbiyah Islamiah (Perti). Laskar tersebut berdiri pada 24 Desember 1945 di Bukittinggi, tepat pada masa Kongres ke-IV Perti yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar-Rasuli yang sekaligus merupakan pendiri Perti.
Perti sendiri merupakan organisasi Islam yang berfokus pada pendidikan Islam melalui Tarbiyah-Tarbiyah Isamiyah, yang kemudian dikembangkan menjadi organisasi politik. Oleh sebab itu, melalui bidang pendidikan yang ia cemplungi, selain mengajar yang merupakan upaya nya untuk menyokong pendidikan Indonesia, melalui usaha penerbitan buku pendidikan juga merupakan upaya untuk menyebarkan literatur pendidikan dan Islam.
Sebagai penasehat dan anggota aktif dalam bidang politik, Oemar menggunakan posisinya dalam organisasi untuk turut menyebarkan dakwah Islam sebagai upaya memperkuat pendidikan di Indonesia. Oemar menciptakan karya tafsir untuk pendidikan. Karya tafsirnya al-tafsir al-Madrasi, ia rancang untuk memenuhi kebutuhan kurikulum pendidikan madrasah.
Pada bidang pendidikan yang Oemar tekuni tersebut memberikan manfaat terhadap masyarakat kala itu. Ia menjadi tokoh yang ikut serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan pada masa itu. Dalam upaya penerbitan buku pendidikan yang ia lakukan juga menjadikan luasnya penyebaran literasi Islam, untuk menyebarkan literatur pendidikan Islam. Melalui kiprahnya yang luas di bidang politik dan pendidian, H. Oemar Bakry dikenang sebagai seorang ulama, pendidik, dan politikus berdarah asli Minangkabau yang memberikan konstribusi besar bagi masyarakat.
Referensi:Jurnal Dadan Rusmana, Karakteristik Tafsir Madrasi Karya H.Oemar Bakry dan Penggunaannya Pada Kurikulum KMI Darussalam Gontor Putri, Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
https://www.konstituante.net/id/profile/PERTI_umar_bakry
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
