Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fasha Ashri Octavia

Memahami Etika Dalam Periklanan

Eduaksi | 2024-07-07 22:30:51
Sumber gambar : Marketing.co.id

Perkembangan pasar dalam era global yang semakin ketat dan telah mempengaruhi strategi pasar dalam menawarkan dan memasarkan produk, salah satu strategi yang dipilih melalui iklan.

Dalam era digital saat ini, periklanan telah berkembang pesat dengan memanfaatkan platfrom-platfrom digital seperti media sosial dan berbagai bentuk iklan daring lainnya. Periklanan sudah menjadi bagian dari dunia perbisnisan dan juga yang selalu mendapatkan perhatian dari khalayak luas. Iklan adalah sebuah kunci dari teori pemasaran yang dipercaya untuk lebih tepat dalam mencapai target audiens dan mengukur efektivitas secara lebih terperinci.

Selain itu, periklanan juga memiliki etika periklanan yang telah di atur oleh Etika Periwara Indonesia (EPI). Etika periklanan ini berkitan dengan kewajaran nilai, kebenaran, kejujuran, dan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang ada pada sebuah iklan.

Menurut Blech (2000; 751), etika adalah prinsip-prinsip moral dan nilai yang menentukan tindakan dan keputusan dari individu atau kelompok.

Pengertian Periklanan

Seperti pada pengertian periklanan yang diungkapkan oleh Kotler & Armstrong (2018, hlm. 454) bahwa periklanan atau advertisement adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.

Periklanan adalah suatu proses komunikasi yang digunakan untuk sebuah promosi atau mengiklankan produk atau layanan kepada masyarakat luas bahkan audiens tertentu. Oleh karena itu, tujuan utama dari periklanan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, minat yang dipasarkan dan akhirnya penjualan produk atau layanan tersebut tercapai. Di dalam dunia bisnis modern, periklanan memiliki peran yang sangat penting dalam suatu strategi pemasaran karena membantu perusahaan agar menciptakan citra merek yang kuat, membedakan produk dari banyaknya pesaing dan juga mempengaruhi preferensi serta keputusan pembelian konsumen. Periklanan dalam konteks DPI (Dewan Periklanan Indonesia) harus mematuhi standar etika dan kode etik periklanan yang berlaku di Indonesia. Iklan merupakan salah satu strategi pemasaran yang bermaksud untuk mendekatkan barang yang hendak dijual dengan konsumen.

Menurut American Marketing Associaton (AMA) Periklanan adalah bentuk komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan, mengarahkan, mengingatkan dan mempengaruhi individu atau kelompok target untuk mengambil tindakan tertentu. Proses periklanan dimulai dengan adanya identifikasi pasar target dan pemahaman mendalam tentang perilaku dan preferensi audiens yang dituju. Setelah itu, pesan periklanan dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan spesifik, baik itu untuk menarik perhatian, membangkitkan minat atau membangun keinginan yang akan mendorong tindakan langsung. Media periklanan juga dipilih berdasarkan karakteristik audiens target, contohnya seperti, media cetak, televisi, radio , sosial media dan media online lainnya. Selain itu, periklanan juga melibatkan penggunaan berbagai teknik kreatif dan psikologis untuk mempengaruhi audiens agar mereka merasa terhubung dengan merek atau produk yang diiklankan.

Dalam hal ini berarti bahwa dalam iklan kita dituntut untuk selalu mengatakan hal yang benar kepada konsumen tentang produk dengan membiarkan konsumen bebas menentukan untuk membeli atau tidak membeli produk itu (Sony Keraf, 1993 : 142).

Secara keseluruhan, Iklan merupakan komunikasi yang harus sebanyak mungkin untuk menjangkau banyaknya pelanggan atau calon pelanggan agar strategi periklanan modern ini berhasil dituju untuk meningkatkan penjualan dan juga membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen serta menciptakan nilai tambahan bagi merek dan perusahaan.

Sumber gambar : Kompasiana.com

Apa Itu Etika Periklanan?

Etika adalah tindakan moral yang berkenan dengan setiap aspek komunikasi pemasaran ( Shimp 2000; 92).

Menurut Dewan Periklanan Indonesia (DPI), etika adalah seperangkat pedoman perilaku yang dibuat oleh suatu kelompok tertentu yang harus dipatuhi oleh seorang individu atau sekelompok orang berdasarkan benar dan salah atau benar dan salah para anggotanya untuk hal atau aktivitas tertentu. Keputusan etis juga harus didasarkan pada norma atau nilai yang mewakili prinsip-prinsip utama perilaku etis. Etika memegang peranan yang sangat penting sebagai alat komunikasi dalam dunia bisnis dan industri periklanan. Dalam periklanan, etika dianggap sebagai seperangkat prinsip moral yang memandu etika komunikasi antara penjual, pembeli, dan bisnis periklanan. Dalam industri periklanan yang mencakup beberapa aspek seperti kejujuran, kebenaran, tanggung jawab sosial, kapatuhan hukum, dan menghormati nilai-nilai sosial dan budaya serta menjadi pelindung terhadap konsumen dari periklanan yang menyesatkan atau menipu konsumen. Prinsip-prinsip etika periklanan ini bertujuan untuk memastikan bahwa iklan tidak hanya efektif dalam mencapai tujuan pemasaran tetapi juga bertanggung jawab secara moral dan menghormati integritas konsumen serta masyarakat secara umum. Etika periklanan adalah ketentuan-kentuan yang normatif yang telah menyangkut profesi dan bisnis periklanan yang sudah disepakati untuk dihormati, ditaati, dan ditegakan oleh semua asosiasi dan para lembaga usahanya.

Dalam penerapan periklanan, etika periklanan tidak membenarkan sebuah kebohongan, karena tujuan utama dari iklan sendiri ini adalah sebagai media informasi. Pentingnya etika dalam iklan ini adalah membantu menghindari risiko hukum dan reputasi. Selain itu, dapat membangun kepercayaan dan kredibilitas pelanggan diperkuat, meningkatkan loyalitas, retensi pelanggan, dan juga reputasi merek. Oleh karena itu, iklan harus jelas mengenai tujuan dan perlu penegakan etika periklanan secara benar untuk memastikan bahwa praktik periklanan tidak hanya mendukung kepentingan umum dan menciptakan kepercayaan publik, tetapi juga mempromosikan pertumbuhan indrusti yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Selain itu, Iklan harus memperhatikan dan menghormati privasi individu dengan menyesuaikan penggunaan data yang telah disetujui oleh konsumen dan tidak boleh disalah gunakan.

Fungsi dari Periklanan

Fungsi periklanan adalah sebagai alat komunikasi antar konsumen atau calon konsumen dan produsen untuk menyampaikan sebuah pesan atau informasi yang bertujuan mengenai barang atau jasa.

Fungsi iklan dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Fungsi Informatif

Fungsi informatif ini merupakan media dalam periklanan yang mengacu pada penyampaian informasi yang berguna dan relavan kepada konsumen atau masyarakat luas tentang produk atau jasa yang sedang di pasarkan. Pada fungsi ini iklan akan menggambarkan secara menyeluruh dan serinci mungkin tentang sebuah produk atau jasa yang bertujuan agar konsumen dan masyarakat luas dapat mengetahui dengan baik dan benar sehingga memiliki ketertarikan dan memutuskan untuk membeli produk atau jasa tersebut. Selain itu fungsi informatif juga tidak hanya memberikan informasi mengenai produk tersebut, tetapi juga mendukung adanya tujuan jangka panjang perusahaan untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasar, konsumen, dan bahkan masyarakat secara umum.

Keunggulan dalam fungsi informatif :

1. Transparasi

2. Pilihan yang lebih baik

3. Pendidikan dan kesadaran

2. Fungsi Persuasif

Fungsi persuasif ini mengacu pada kemampuan iklan untuk mengubah suatu sikap atau mempengaruhi sikap, keyakinan dan perilaku konsumen serta memfokuskan pada penonjolan keunggulan produk atau layanan yang sedang diiklankan agar mereka termotivasi atau tertarik untuk membeli produk yang sedang di promosikan atau layanan yang sedang di iklankan.

Contoh fungsi persuasif dalam praktik :

1. Penawaran diskon

Iklan yang sedang ,enawarkan diskon atau promo khusus yang bertujuan untuk menyakinkan konsumen bahwa mereka mendapatkan nilai yang lebih baik dengan membeli produk dalam jangka waktu tertentu

2. Testimonial

Penggunaan ini dari tokoh atau selebriti yang terkenal untuk memberikan kesaksian positif tentang produk yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen dan mendorong mereka untuk membeli

3. Ulasan atau rekomendasi

Dengan ini iklan yang menyoroti ulasan atau rekomendasi dari pengguna akan dapat menyakinkan konsumen tentang kualitas atau manfaat produk tersebut.

Dampak Dari Periklanan Yang Tidak Etis

Periklanan yang tidak etis dapat memiliki dampak negatif yang signifikan bagi konsumen. Beberapa dampak utamanya meliputi:

1. Manipulasi Konsumen:

Periklanan yang tidak etis sering kali menggunakan teknik manipulatif untuk mempengaruhi perilaku konsumen, seperti penggunaan klaim palsu atau eksaggerasi manfaat produk.

2. Menyesatkan Konsumen:

Iklan yang tidak jujur atau menyesatkan dapat membuat konsumen membeli produk yang sebenarnya tidak sesuai dengan klaim yang diiklankan.

3. Menghambat Pilihan Rasional:

Konsumen dapat kesulitan membuat keputusan yang tepat jika informasi yang diberikan tidak akurat atau tidak lengkap.

4. Mengundang Ketidakpuasan:

Jika produk atau layanan tidak memenuhi ekspektasi yang dihasilkan oleh iklan, konsumen bisa merasa kecewa dan merasa tertipu.

5. Mempromosikan Norma yang Negatif:

Beberapa jenis periklanan yang tidak etis dapat mempromosikan norma sosial yang merugikan, seperti mempertontonkan citra tubuh yang tidak realistis atau memperkuat stereotip.

6. Meningkatkan Tekanan Konsumtif:

Iklan yang agresif dan berlebihan dapat mendorong konsumen untuk membeli lebih dari yang mereka butuhkan, menyebabkan peningkatan tekanan finansial dan mental.

7. Menyebabkan Masalah Kesehatan:

Misinformasi dalam iklan terkait produk kesehatan atau kecantikan bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental konsumen.

8. Merusak Kepercayaan Konsumen:

Praktik periklanan yang tidak etis dapat merusak kepercayaan konsumen terhadap merek atau industri tertentu secara keseluruhan.

Penting untuk diingat bahwa praktik periklanan yang etis tidak hanya penting untuk melindungi konsumen, tetapi juga untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara perusahaan dan konsumen.

8 Etika Dalam Periklanan

• Kejujuran

• Substansi

• Perbandingan

• Ofensif (menyinggung)

• Garansi dan Jaminan

• Tuntutan Harga

• Testimonial

• Kesopanan

Secara keseluruhan, Menerapkan etika dalam periklanan adalah suatu kerangka kerja yang mengatur perilaku dan praktik periklanan agar sesuai dengan nilai-nilai moral, sosial, dan hukum yang diakui secara luas. Dengan mematuhi nilai-nilai yang ada, perusahaan akan dapat berkontribusi positif terhadap kemajuan sosial dan menciptakan lingkungan bisnis yang berkelanjutan dan etis.

Nama : Fasha Ashri Octavia

NPM : 23010400089

Mata Kuliah : Pengantar Advertising (UAS)

Dosen Pengampu : Jamiati KN, S.I.K, M.Ikom

Mahasiswi Univeritas Muhammadiyah Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Ilmu Komunikasi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image