Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image berlian

Keamanan Psikologis dalam Komunikasi: Rahasia di Balik Tim Berkinerja Tinggi

Edukasi | 2026-04-26 09:10:38

Dalam era kerja yang mengutamakan inovasi dan kerja sama, banyak pemimpin menganggap bahwa faktor utama keberhasilan tim adalah memilih orang-orang dengan IQ terbaik atau keahlian teknis terunggul. Namun, penelitian mendalam yang dilakukan Google melalui Project Aristotle menunjukkan bahwa faktor utama yang membedakan tim yang berhasil dari tim lainnya bukanlah komposisi anggotanya, melainkan cara mereka berkomunikasi dan bekerja sama bersama. Faktor tersebut adalah Keamanan Psikologis (Psychological Safety).

1. Memahami konsep keamanan psikologis.

Konsep ini diperkenalkan oleh Amy Edmondson, seorang profesor dari Harvard Business School. Keamanan psikologis adalah rasa percaya bahwa semua orang dalam tim merasa nyaman untuk mengambil risiko dalam berinteraksi dengan orang lain tanpa takut dihakimi, dicela, atau mendapat konsekuensi buruk terhadap diri sendiri, posisi, atau karier mereka.

Dalam lingkungan yang aman secara psikologis, berkomunikasi berarti:

• Berbicara jujur tanpa takut dihakimi.

• Bersedia mengakui kesalahan dengan terbuka.

• Memiliki keberanian untuk bertanya hal-hal yang mungkin dianggap kurang penting atau bodoh.

• Mau memberikan masukan kritis secara terbuka kepada orang yang di atas kita.

2.Mengapa Komunikasi yang "Aman" Sangat Penting?

Secara alami, otak manusia dibuat untuk mengenali bahaya dari orang lain. Ketika seseorang merasa khawatir misalnya takut malu di rapat otaknya akan memicu reaksi lari atau bertarung. Ini menghentikan fungsi kortex prefrontal yang bertugas mengatur kreativitas dan kemampuan berpikir analitis. Sebaliknya, rasa aman secara psikologis mendorong:

• Inovasi yang lebih cepat: Anggota tim lebih berani mencoba ide-ide baru yang ekstrem.

• Mengurangi risiko: Kesalahan bisa terdeteksi lebih dini karena anggota tim tidak menyembunyikan kesalahan untuk menghindari malu.

• Keterlibatan yang lebih baik: Karyawan merasa pendapat mereka dihargai, sehingga mengurangi tingkat pengunduran diri mereka.

3. Strategi Membangun Keamanan Psikologis dalam Tim

Membangun budaya seperti ini membutuhkan komitmen dari pemimpin dan semua anggota tim:

• Jawab dengan menghargai: Ucapkan terima kasih ketika seseorang menyampaikan kekhawatiran atau mengakui kesalahan, daripada menyalahkan atau bersikap sinis.

• Anggap pekerjaan sebagai kesempatan untuk belajar: Akui bahwa proyek bersifat rumit dan penuh ketidakpastian, sehingga masukan dari setiap orang sangat penting.
• Akui bahwa kita bisa salah: Pemimpin yang berani mengatakan, "Saya mungkin salah, tolong beri tahu saya," memberi ruang bagi tim untuk melakukan hal yang sama.
• Tunjukkan rasa ingin tahu secara aktif: Gunakan pertanyaan terbuka daripada hanya memberi perintah satu arah.Contoh: "Perspektif apa yang belum kita perhatikan?"

Kesimpulan: Keamanan psikologis bukan berarti kita harus sikap baik atau menurunkan kualitas kerja. Sebaliknya, ini berkaitan dengan menciptakan lingkungan di mana standar yang tinggi bisa dicapai melalui komunikasi yang jujur dan proses pembelajaran yang cepat. Tanpa perasaan aman, tim akan terjebak dalam zona nyaman atau kecemasan yang menghalangi mereka mencapai potensi terbaiknya. Keamanan psikologis adalah jembatan

Penulis: Berlianna Ramadhani, Anggita Dwi Cahyani, Indira Asmi, Mustofa Galwasy
Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image