Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image HALO MUSAFIR

Mimbar Jumat: Akibat Penolakan Quraisy terhadap Kerasulan Muhammad

Agama | 2026-10-16 08:23:42

 

AKIBAT PENOLAKAN QURAISY TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD ﷺ

Taufik Sentana. Ikatan Dai Indoensia. Kab. Aceh Barat. Praktisi pendidikan Islam.

==========

Setiap rasul mengalami penolakan dari kaumnya. Itulah fitrah dakwah. Begitupun penolakan kaum Quraisy terhadap kerasulan Muhammad ﷺ bukanlah penolakan biasa yang lahir dari ketidaktahuan.

Mereka mengenal Muhammad sebagai Al-Amin, orang yang paling jujur di antara mereka. Penolakan itu lahir dari kesombongan nasab, fanatisme jahiliyah, dan ketakutan kehilangan status sosial dan ekonomi.

Al-Quran merekam penolakan itu dalam banyak ayat, salah satunya QS. Al-Furqan 21: _"Mengapa tidak diturunkan malaikat kepada kami atau mengapa kami tidak melihat Tuhan kami? Sungguh mereka telah menyombongkan diri dalam hati mereka."_ Dari penolakan inilah lahir konsekuensi besar yang mengubah peta sejarah Jazirah Arab.

Bentuk-Bentuk Penolakan

Penolakan Quraisy setidaknya mengambil tiga bentuk. Pertama, penolakan epistemologis, mereka meragukan Al-Quran sebagai wahyu. Mereka menuduhnya sebagai sihir (QS. Al-Muddatstsir: 24), syair buatan Muhammad, dan dongengan orang-orang terdahulu (asatir al-awwalin).

Kedua, penolakan personal, mereka menolak sosok pembawa risalah. Dalam logika mereka, seorang rasul harusnya malaikat atau seorang raja yang kaya raya, bukan seorang yatim yang berjalan di pasar dan memakan makanan seperti mereka (QS. Al-Furqan: 7).

Ketiga, penolakan sosiologis, mereka takut ajaran tauhid akan menghancurkan sistem ekonomi berbasis berhala dan sistem kasta yang menguntungkan pembesar Quraisy seperti Abu Jahal dan Abu Lahab.

Akibat Penolakan Bagi Quraisy Sendiri

Akibat paling pertama justru menimpa Quraisy itu sendiri.

1. Kebutaan Hati dan Pengerasan Jiwa. Semakin mereka menolak, semakin Allah kunci hati mereka. Al-Quran menyebut _khatamallahu 'ala qulubihim_. Mereka yang awalnya hanya ragu, akhirnya menjadi musuh yang paling keras. Abu Jahal yang awalnya diam-diam mendengarkan Al-Quran di malam hari, berakhir menjadi Fir'aun-nya umat ini.

2. Perpecahan Internal Suku Quraisy. Penolakan itu membelah Quraisy menjadi dua kubu. Bani Hasyim dan Bani Muthallib yang melindungi Nabi, dikucilkan dan diboikot total selama 3 tahun di Syi'ib Abi Thalib. Mereka kelaparan sampai memakan dedaunan. Persatuan yang mereka banggakan hancur oleh penolakan mereka sendiri terhadap kebenaran.

3. Kehancuran Moral dan Kekalahan Militer.

Penolakan melahirkan permusuhan fisik. Mereka menyiksa Bilal, Yasir, Sumayyah, dan para mustad'afin. Puncaknya, penolakan itu menyeret mereka ke perang Badar, Uhud, dan Khandaq. Di Badar, 70 pembesar Quraisy tewas termasuk Abu Jahal. Itu adalah akibat langsung dari penolakan yang berubah menjadi agresi.

Akibat Penolakan Bagi Dakwah Islam

Namun, di balik penolakan itu, Allah swt menyimpan hikmah besar bagi perkembangan Islam.

Pertama, Seleksi dan Pemurnian Barisan Mukminin. Penolakan dan siksaan menjadi filter. Hanya orang yang benar-benar yakin yang bertahan. Lahir generasi sahabat yang imannya seperti gunung, seperti Abu Bakar, Umar, dan Khabbab bin Al-Aratt yang dipanggang di atas bara api namun tetap berkata _Ahad, Ahad_.

Kedua . Lahirnya Strategi Dakwah yang Global.

Karena ditolak di Makkah, Rasulullah ﷺ diperintahkan mencari medan dakwah baru. Lahir peristiwa Hijrah ke Habasyah dan kemudian Hijrah besar ke Yatsrib (Madinah). Jika Quraisy menerima sejak awal, Islam mungkin hanya akan menjadi agama lokal Makkah. Karena penolakan itulah, Islam menjadi negara dan peradaban di Madinah.

Ketiga, Turunnya Al-Quran Secara Tartil Sebagai Penguat.

Allah menjawab penolakan mereka yang berkata "mengapa Al-Quran tidak diturunkan sekaligus" (QS. Al-Furqan: 32) dengan firman: _"Demikianlah, agar Kami perteguh hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil."_

Penolakan yang bertubi-tubi itu justru membuat wahyu turun menguatkan hati Nabi dari hari ke hari, mendidik sahabat secara bertahap, dan memberikan jawaban atas setiap syubhat yang dilontarkan Quraisy.

Penutup kata

Akibat penolakan Quraisy adalah bukti sunnatullah.kebenaran yang ditolak secara sombong tidak akan padam, ia justru akan mencari jalan lain untuk bersinar lebih terang. Quraisy yang menolak, akhirnya kehilangan kemuliaan menjadi penolong agama Allah. Kemuliaan itu berpindah kepada kaum Anshar di Madinah.

Dan mereka yang menolak dengan sombong, pada hari Fathu Makkah harus datang tertunduk di hadapan orang yang dulu mereka hina, dan berkata: _"Apa yang kau akan lakukan terhadap kami?"_ Lalu Rasulullah ﷺ yang mereka tolak itu menjawab dengan kalimat yang sama dengan yang diucapkan Nabi Yusuf: _"La tatsriba 'alaikumul yaum, idzhabu fa antumut thulaqa - Tidak ada celaan atas kalian hari ini, pergilah kalian semua bebas."_

Penolakan tidak pernah mengalahkan kerasulan. Ia hanya menunda kemenangan dan memperberat hisab bagi yang menolak.

Dok. Istimewa

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image