Masjid Nur Setiasih Saksi Bisu Perjalanan Mudik ke Kota
Jalan Jalan | 2024-04-17 13:50:58
Pertama kali mengenal Masjid Nur Setiasih adalah ketika kami memulai perjalanan panjang merantau dari Bekasi ke Karawang. Sebagai perantau di negeri sebrang, motor kala itu menjadi salah satu alternatif kendaraan yang efektif dan efisien untuk pulang kota. Selama perjalanan pulang ke Bekasi atau kembali ke Karawang, kami selalu menyempatkan diri mampir untuk sholat atau sekedar istirahat sambal menikmati pemandangan kolam ikan yang memesona. Perjalanan Panjang beberapa tahun silam yang dimulai pada tahun 2011 hingga akhir 2016, saat singgah ke Masjid Nur Setiasih adalah saat yang tak mudah kami lupakan.
Ahad pagi menjelang siang, setelah 7 tahun lamanya, kami memiliki kesempatan untuk mampir untuk sekedar beristirahat di Masjid Nur Setiasih. Awalnya, kami tidak mengenali Masjid yang menjadi saksi bisu perjalanan setiap kami pulang. Masjid yang dahulu kami kenal sudah berubah. Masjid Nur Setiasih kini sudah bermetamorfosa menjadi lebih besar dan megah. Bangunan asli masjid terdahulu sudah berubah total. Namun masih tetap menyisakan kolam ikan yang menjadi di ciri khas mesjid ini.Perasaan takjub dan haru campur aduk menjadi satu, ketika kami menginjakkan kaki memasuki lantai masjid setelah beberapa tahun lamanya.
Masjid Nur Setiasih merupakan salah satu masjid yang paling banyak dikunjungi oleh para musafir perjalanan. Masjid ini terletak di SPBU Pertamina 4 – 17541 di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Menurut Koran Bekasi.Id, pemilik Masjid ini adalah Bapak Heru Baruwi. Konon, menurut cerita pengurus Masjid Nur Setiasih pula, Ahmad Munawar yang dikutip di laman DISWAY.ID, Masjid Nur Setiasih ini memiliki arti nama yang diambil dari orangtua pemilik SPBU yaitu ibunya yang bernama, Nining Setiasih.
Masjid ini berdiri diatas tanah seluas 40.000 meter persegi .Masjid Nur Setiasih berornamen khas dengan dilengkapi fasilitas sarana prasarana ibadah yang lengkap. Masjid ini juga dipermanis dengan kolam ikan yang berisi ikan hias warna warni, besar dan kecil. Kesan teduh dan asri pepohonan mewarnai pesona Masjid Nur Setiasih.
Lain dahulu lain sekarang, masjid yang dahulu hanya satu lantai, kini sudah terbangun menjadi dua lantai. Lantai basement masjid digunakan untuk area parkir wudhu dan kamar mandi. Lantai atas dipergunakan untuk area sholat laki laki dan perempuan. Pemandangan sawah nan menghijau pun terlihat di sisi kanan masjid. Menurut laman Koran Bekasi Id, Masjid ini kini bisa menampung 1.500 hingga 3.000 jamaah, parkirannya dapat menampung 70 – 80 kendaraan roda dua, dan 30 sampai 50 kendaraan roda empat. Aktivitas Masjid pun beraneka ragam, mulai dari kajian rutin keislaman, pelaksanaan shalat tarawih, pesantren kilat pembagian takjil ketika ramadhan semarak mewarnai kemegahan masjid ini.
Kami menyempatkan untuk melaksanakan shoat dhuha dan berisirahat. Angan kamipun melayang ke beberapa tahun silam. Perjalanan Panjang kami berawal ketika penulis diterima menjadi ASN di Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Setelah satu tahun pulang pergi ( pp) Bekasi Karawang, kami memutuskan untuk menetap di Karawang. Alhasil, mudik atau pulang kota menjadi salah satu agenda rutin kami. Karena kami belum memiliki kendaraan roda empat, kendaraan roda duapun menjadi alernatif kami pulang kota ke Bekasi menengok orangtua. Mudik bermotor ria, dengan barang bawaan dan dua anak, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi kami.
Walaupun jarak tempuh Karawang Bekasi tidak terlalu jauh dibandingkan ke daerah lain, perjuangan perjalanan pulang kota tetap terasa mendebarkan bagi kami. Kadang hujan atau ban yang tiba tiba bocor adalah masalah yang menghantui kami selama perjalanan. Selama kurun waktu tujuh tahun perjalanan, kami memiliki titik titik peristirahatan yang selalu kami datangi. salah satunya adalah Masjid Nur Setiasih yang terletak di sepanjang Jalan Kali Malang Bekasi.Setiap perjalanan pulang ke Bekasi atau ke Karawang, kami selalu menyempatkan diri mampir ke masjid megah ini. Kadang mampir ke masjid ini kami jadikan alasan untuk meredakan anak anak ketika merajuk atau ngambek selama perjalanan.
Segala Puji Bagi Allah, tak henti hentinya kekaguman kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Tinggi. Atas kehendakNYA, Masjid Nur Setiasih bisa bermetamorfosa sejauh ini.
Semoga Kemegahan Masjid Nur Setiasih akan tetap lestari. Kenangan beberapa tahun silam menjadi kuat tersimpan dalam sebuah memori indah kami sekeluarga.Betapa tidak, Masjid yang dahulu menemani hari hari kami pulang telah menjelma menjadi masjid yang semakin nyaman bagi para musafir perjalanan. Semoga saja kemegahan Masjid Nur Setiasih tidak hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan semata.Namun, ia akan menjelma menjadi tempat yang penuh cahaya, setia dan penuh asih bagi umat, sesuai dengan nama yang tertulis disana, Masjid Nur Setiasih.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
