Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fadhilah Putri Haryanti

Tiga Disiplin menurut Filososfi Teras

Sastra | 2024-02-04 20:48:21

Filosofi Teras mengenal tiga disiplin yang harus terus menerus dilatih oleh prokopton, dan ini bisa menjadi intisari dari way of life Stoisisme:
1. Discipline of Desire. Disiplin keinginan. Kita semua harus bisa mengendalikan keinginan, ambisi, dan nafsu kita. Dan ini diawali dengan benar-benar mengerti Dikotomi Kendali. Kita harus mengingini hanya hal-hal yang ada di bawah kendali kita, dan menghindarip0 mengingini hal-hal yang ada di luar kendali kita. Melatih pertimbangan, nalar, dan tindakan kita sendiri adalah hal-hal yang baik untuk diingini. Sebaliknya, kekayaan, ketenaran, kecantikan, kenikmatan duniawi adalah hal-hal yang indifferent, dan kita sebaiknya mengendalikan keinginan kita atasnya (atau hidup kita berisiko menjadi diperbudak dan penuh kekecewaan). Termasuk di dalam disiplin ini juga bisa menerima hal-hal yang di luar kendali kita (ingat amor fati). Keutamaan (virtue) yang relevan di sini adalah keberanian (courage) dan menahan diri (temperance).
2 Discipline of Action. Disiplin tindakan/perilaku adalah bagaimana kita berhubungan dengan manusia lain. Di sini, kita harus mengingat prinsip lingkaran Hierocles, sifat dasar manusia yang merupakan makhluk sosial, dan bagaimana kita harus peduli kepada orang lain, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, kebangsaan. Juga ajaran Marcus Aurelius instruct and endure (untuk saling membangun, atau menoleransi manusia lain) Virt relevan untuk ini adalah keadilan (justice), yaitu bagaimana kita memperlakukan manusia lain dengan selayaknya mereka berhak diberlakukan.
3. Discipline of Assent/Judgement. Disiplin ini menyangkut kemampuan kita mengendalikan opini, interpretasi, value judgement. Jika kita melihat atau mengalami sebuah peristiwa atau perlakuan dari orang lain, apakah kita cepat terbawa interpretasi yang salah dan terus larut dalam emosi negatif, atau kita mampu memisahkan hal yang fakta dari opini/penilaian subjektif kita. Virtue yang diterapkan di sini adalah kebijaksanaan (wisdom).

Ilustrasi buku Filosofi Teras (Shutterstock)

Kesimpulan dari Filosofi Teras Stoisisme adalah bahwa prokopton, sebagai praktisi, harus terus menerus melatih tiga disiplin utama: mengendalikan keinginan dan mengerti Dikotomi Kendali, berhubungan dengan manusia lain dengan peduli dan keadilan, serta mengendalikan opini dan penilaian dengan bijaksana. Disiplin ini mencakup keberanian dan menahan diri dalam mengendalikan keinginan, memperlakukan orang lain dengan adil dan peduli, serta menjaga kebijaksanaan dalam menilai peristiwa atau perlakuan orang lain. Keseluruhan, Stoisisme mengajarkan cara hidup yang fokus pada nilai-nilai etika dan mental yang membantu seseorang menjalani kehidupan dengan bijak dan tenang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image