Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Aswantri Bekti

Hasrat Sastra Seorang Guru IPA MTs N 3 Bantul

Sastra | Wednesday, 12 Jan 2022, 15:52 WIB

Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA merupakan sebuah disiplin ilmu pasti yang tentu saja sekilas tidak terlalu dekat dengan dunia seni, khususnya sastra. Namun tidak demiakian yang terjadi dalam diri seorang guru IPA di MTs Negeri 3 Bantul. Dalam dirinya mengalir darah sastra di celah ritmenya sebagai seorang guru IPA. Dialah Suharmanto, S.Pd.

Suharmanto, S.Pd , merupakan salah seorang guru IPA di Mts Negeri 3 Bantul. Penampilan kesehariannya sederhana dan rendah hati. Berbicara seperlunya meski sering pula diwarnai dengan canda-canda yang segar sekaligus edukatif. Setiap memasuki kelas untuk melaksanakan tugas mengajar, hampir tidak pernah lupa membawa sebuah laptop, tentu untuk membantu kelancaran tugasnya mengajar mata pelajaran IPA. Di kalangan teman sejawatnya dia dikenal sebagai orang yang tak segan belajar mengenai hal-hal baru yang belum dan ingin diketahuinya.

Tentu tidak banyak yang menyangka jika ternyata guru IPA yang satu ini memiliki selera dan hasrat yang bagus juga dalam dunia sastra. Saya sendiri teringat sebuah ungkapan terkenal, "teaching is an art", mengajar adalah sebuah seni. Mungkin di sinilah titik temunya. Dan hebatnya, hasrat dan minat kepada dunia sastra itu tidak berhenti pada tataran konsep dan wacana saja, melainkan dia manifestasikan dalam karya sastra, antara lain sebuah puisi yang secara spontan dia bacakan pada sdbuah upacara di madrasah. Agak aneh memang, judul puisinya yaitu "Terlanjur Jadi Guru." Sekilas, dari judul tersebut mengisyaratkan sebuah "penyesalan" . Kata "terlanjur" lebih memiliki makna ke sana. Benarkah demikian ? Ternyata tidak. Judul itu dipilihnya dengan sengaja justru agar bisa difahami makna sebaliknya.

"Jadi ...puisi tersebut saya tulis justru untuk menyampaikan pesan bahwa saya semenjak SMP sudah berniat dan bercita-cita menjadi seorang guru IPA, seperti guru IPA saya pada waktu SMP itu. Saya mengidolakannya," begitu disampaikan Pak Har, sapaan akrabnya, pada sebuah kesempatan. Bukan itu saja, dia bahkan menunjukkan kepiawaiannya berpuisi di alam bebas, yaitu di Watu Goyang, sebuah destinasi wisata berbasis napak tilas sejarah seorang Raja Mataram Islam, Sultan Agung Hanyakrakusuma. Semoga segera hadir karya-karya lainnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image