Support dari Anak Abah Mendongkrak Elektabilitas Anies dalam Survey Terkini
Politik | 2024-01-22 14:33:33
Sebutan 'Anak Abah' sendiri bermula dari live Anies Baswedan di Tiktok yang ramai menjadi perbincangan para pengguna platform tersebut khususnya kaum milenial dan juga gen z. Kehangatan penyampaian beliau sedikit mengobati kerinduan akan sosok ayah di tengah generasi “fatherless” akhir-akhir ini. Sebutan anak abah pun mencuat, mengikuti panggilan Anies sendiri dalam keluarga. Anehnya, pada kesempatan live tersebut Anies justru tidak memasukkan unsur kampanye sama sekali,kesempatan tersebut malah menjadi sesi ‘curhat’ bagi para streamernya. Tidak sedikit yang mengikuti live tersebut menanyakan solusi2 terkait dengan masalah pribadi seperti kesulitan skripsi,tips move on,kesedihan anak tanpa orang tua untuk survive dalam hidup,dan masih banyak lagi. Persis seperti obrolan anak dengan ayahnya. Uniknya, celotehan tersebut ditanggapi dengan hangat oleh beliau di tengah-tengah kesibukannya. Inilah yang menarik hati para masyarakat yang akhirnya membentuk relawan Anak Abah,yang secara sukarela membantu kampanye Paslon no 1 ini.
Mengingat dalam pelaporan dana kampanye kemarin,paslon 01 merupakan calon dengan modal paling sedikit sehingga jarang sekali ditemukan adanya alat peraga kampanye seperti baliho,kaos,dll. Sehingga berangkat dari inisiatif para ‘anak abah’ ini mereka justru membuat sendiri alat peraga tersebut untuk dipasang di daerahnya masing-masing. Pada kesempatan pasca debat kemarin perwakilan dari fanbase ‘anak abah’ ini memberikan kaos bertuliskan ‘anak abah’ ke Anies dan beberapa merchant lainnya.
Tentu ini memberikan warna baru dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan serentak tanggal 14 Februari mendatang. Sosok pemimpin yang dikenal jauh dari rakyat dan sulit untuk dekat dengan generasi muda dipatahkan oleh hadirnya beliau. Pendekatan secara emosional ini ternyata mengantarkan Anies kepada pelonjakan suara dalam survey terbaru. Para anak abah menilai, demi perubahan kita butuh sosok yang berani,tegas,tapi juga dapat mengayomi dan paham tentang problem yang makin kompleks dihadapi oleh anak muda.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
