Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Novara Lusy

Siswa MTsN 6 Bantul Tampil Memukau Paparkan Khitobah Ba'da Salat Dhuha

Sekolah | 2024-01-11 12:42:43

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Bantul menjalankan program Khitobah ba’da salat Dhuha, sebuah inisiatif bagi siswa untuk mendalami agama dan melatih kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin madrasah yang dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis. Siswa yang tampil khitobah merupakan perwakilan dari siswa yang sudah terjadwal.

Mafrudah, Kepala MTsN 6 Bantul mengatakan bahwa pembiasaan khitobah ba’da salat dhuha ini akan terus dilakukan karena hal itu sesuai dengan visi dan misi madrasah dan juga berdampak positif bagi para peserta didik diantaranya anak menjadi lebih percaya diri dan mengasah keterampilan berbicara siswa di depan publik.

Kamis (11/01/2024), siswa kelas 9A yang bernama Muhammad Nadhif Maftukhani menyampaikan khitobah dengan judul “Menunda”. Ia menyampaikan khitobah dengan penuh percaya diri. “Sikap menunda-nunda hanya akan berbuah kerugian. Bahkan, penyesalan dapat terjadi apabila sering menyia-nyiakan waktu. Islam telah mengajarkan manusia agar tidak bermalas-malasan dan berpangku tangan. Sebab, selalu ada proses yang mesti dilalui sebelum mencapai suatu hasil. Sikap menunda-nunda dalam banyak hal akan merugikan kita sendiri pada gilirannya. Sikap menunda-nunda merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik. Semoga kita termasuk orang yang mampu memanajemen waktu dengan baik” paparnya dengan penuh semangat.

“Semoga, dengan adanya program semacam ini, para siswa semakin memperoleh wawasan agama yang mendalam dan menjadi generasi penerus yang berpengetahuan luas serta memiliki keterampilan komunikasi yang baik”, jelas Makmur Amparani, Ketua Rumpun Keagamaan MTsN 6 Bantul. (vha)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image